Penandatangan Kesepakatan di Aula pertemuan cempaka putih kantor bupati karimun.

Ternyata Warga TB Karimun bukan Intoleran,

Gereja Khatolik Santo Joseph Segera Dibangun di Jantung Kota

Karimun, prestasireformasi.com – . Akhirnya, jemaat Kristiani yang tergabung di Gereja Khatolik Santo Joseph, saat ini berhati lega terkait pembangunan gereja yang menjadi polemik berkepanjangan seolah tidak kunjung selesai.

Telah tercapai kesepakatan bersama bahwa akan dilaksanakannya renovasi Gereja di tempat yang lama dan tidak akan dilakukan relokasi.

Renovasi Gereja dilakukan sesuai dengan pengajuan IMB yang baru beserta gambar yang dibahas dalam rapat dan tindak lanjut pembangunan gereja.

Pembangunan Gereja Khatholik Santo Josepsaat ini sudah bisa dilanjutkan, hal ini dengan terselenggaranya rapat lintas sektoral Karimun yang diselenggarakan di Aula pertemuan Cempaka Putih, Kantor Bupati Karimun di Jalan Poros, Kecamatan Meral Karimun. Selasa (10 Maret 2020).

Rapat dimulai pukul 14.00 Wib, dipimpin langsung Bupati Karimun. H. Aunur Rafiq, dihhadiri lintas sektoral, antara lain Ketua DPRD Karimun, M. Yusuf Sirat, Kapolres Karimun, AKBP Yos Guntur, Dandanal Karimun Letkol Laut (P) Mandiri Kartono, Kakanmenag Karimun Jamzuri , dan Sekdakap Karimun H.M. Firmansyah

Ada juga undangan hadir perwakilan dari Aliansi Peduli Kabupaten Karimun, Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Karimun, kemudian perwakilan dari Keuskupan Pangkal Pinang, Romo Chirsanctus Paschalis Saturnus.

Hasil rapat yang dipandu Bupati Karimun H. Aunur Rafiq dan dihadiri unsur pimpinan Daerah Karimun tersebut, menuai kesepakatan bahwa pembangunan Gereja Santo Joseph sudah dapat dilaksanakan dan dilanjutkan.

Bupati Karimun tegaskan bahwa hasil rapat tersebut setidaknya menjadi bukti bahwa di tengah masyarakat Karimun tidak ada sikap intoleran, Dan dalam kesepatan ini pihak – pihak yang berkepentingan turut menandatangani 6 butir yangmenjadi kesepakatan bersama.

Bunyi kesepakatan tersebut adalah:

  • 1. Bahwa akan dilakukan renovasi gereja yang dilakukan di tempat yang lama dan tidak akan direlokasi,
  • 2. Hal ini dilakukan sesuai dengan pengajuan IMB yang baru serta gambar yang dibahas dalam rapat tindak lanjut pembangunan gereja.
  • 3. Jika gambar diserahkan ke Pemerintah akan diadakan rapat tekhnis dengan pihak APKK, FUIB dan pihak Gereja.
  • 4. Terkait kesepakatan yang sudah ditandatangani ini maka pihak APKK akan mencabut gugatan perkara bernomor 33/G/2019/PTUN, TPI di Pengadilan TUN Tanjung Pinang.
  • 5. Bahwa peletakan batu pertama dilakukan sebagai simbol toleransi masyarakat Kabupaten Karimun terhadap kerukunan ummat beragama, setelah rapat teknis dilakukan danI MB hasil revisi diterbitkan.
  • 6. Untuk itu masing – masing pihak harus menghormati kesepakatan yang telah dibuat dan ditandatangani bersama, kemudian disosialisasikan ke masyarakat dari hasil rapat tindak lanjut pembangunan gereja.
  • Sebagai wujud dari bukti kerukunan hidup beragama di Kabupaten Karimun, pada hari Sabtu tgl 14 Maret akan dilaksanakan gotong royong bersih bersih gereja Santho Joseph Tanjung Balai Karimun.

Bupati Karimun H. Aunur Rafiq, didampingi Kapolres Karimun , AKBP Yos Guntur, dan Danlanal Karimun Letkol Laut (P) Mandiri Purnomo mengapresiasi semua pihak atas kesepakatan bersama, serta sekaligus bantahan kepada pihak luar bahwa Karimun intoleran. (Yuliana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *