Barus, PRi. Com – Dua pekan Pasca banjir dan longsor yang menerjang kecamatan Barus dan Andam Dewi Tapanuli Tengah, kondisi masyarakat yang terdampak banjir secara berangsur sudah pulih kembali.

Meskipun bencana itu menyisakan banyak kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum, namun aktivitas warga sudah berjalan normal. Begitu pula dengan sejumlah perkantoran dan kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah terdampak banjir sudah berjalan seperi biasanya.

Kepala desa Kinali kecamatan Barus Rahmi Simamora yang ditemui PRi. Com, Selasa (11/2-2020) mengatakan desa Kinali merupakan salah satu desa terparah dilanda banjir. Bahkan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi juga sudah mengunjungi desa yang berada di seberang sungai Sirahar ini.

“Dua pekan usai musibah banjir, keadaan penduduk di desa itu sudah normal,” sebut Rahmi.

Ia menambahkan, tidak ada lagi masyarakat yang berada di pengungsian. “Cuma ada beberapa rumah yang saat ini masih dalam perbaikan,  ada satu dua rumah sedang diperbaiki dikarenakan minimnya dana, ya ada bantuan dari beberapa orang donatur  namun itu belum memadai ” keluhnya.

Kepala desa Kinali kecamatan Barus, Rahmi Simamora

Sementara itu pantauan Pri. Com di lapangan dua pekan pasca banjir dan longsor melanda daerah ini, secara umum kegiatan masyarakat sudah normal.

Namun, tercatat di beberapa titik tanggul sungai Sirahar jebol seperti di desa Kampung Mudik, Ujung Batu, Pasar Terandam serta infrastruktur jalan yang menghubungkan Kabupaten Tapanuli Tengah dengan kabupaten Humbang Hasundutan masih butuh penanganan serius.

Untuk itu, masyarakat di kawasan itu, khususnya yang menghubungkan Barus dengan Humbang Hasundutan, sangaat berharap pihak BNPB baik Provinsi Sumatera Utara maupun Pusat segera menanganinya. (Zurlang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *