Bungo, PRESTASIREFORMASI.Com – Wakil Bupati Bungo H Safrudin Dwi Apriyanto S Pd melepas secara resmi sebanyak 198 orang mahasiswa Universitas Muara Bungo untuk melaksanan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) di halaman Kampus UMB, Senin (10/02/2020).

Tampak hadir pada pelepasan Kukerta ini, selain Wabup juga ada Rektor I UMB, beberapa Kepala OPD di lingkup Pemkab Bungo, para Dekan, Dosen, staf di lingkup UMB, mahasiswa yang Kukerta dan undangan lainnya.

Rektor I UMB Safrialdi dalam sambutannya mengatakan bahwa mahasiswa yang mengikuti Kukerta tahun ajaran 2019/2020 periode ke 20 ini terdiri dari 6 Fakultas 10 Prodi yang dibagi dalam 13 kelompok dan disebar ke 3 kabupaten yaitu Bungo, Tebo dan Merangin terdiri dari 198 orang.

“Kukerta Tahun Ajaran 2019/2020 periode ke 20 ini terdiri dari 6 Fakultas 10 Prodi yang dibagi dalam 13 kelompok dan disebar ke 3 kabupaten yaitu Bungo, Tebo dan Merangin yang terdiri dari 198 orang,” kata Safrialdi.

Sedangkan Wakil Bupati Bungo H Safrudin Dwi Apriyanto S Pd dalam sambutannya sebelum melepas peserta Kukerta mengatakan bahwa Kukerta merupakan salah satu program sebagai sarana bagi semua mahasiswa untuk mendekatkan diri kepada masyarakat,” kata Wabup.

Karena pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu dari 3 elemen penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,” terangnya.

“Kami berharap mudah-mudahan nanti seluruh peserta Kukerta ini akan berhadapan langsung dengan masyarakat sebagai dunia nyata dari perspektif dunia keilmuan,” tutur Wabup.

Mudah mudahan lewat kegiatan Kukerta ini seluruh peserta akan menambah wawasan dan juga akan menambah pengalaman,” punkas Apri.

Sekarang ini kita hidup di era yang luar biasa, susah diprediksi, di era baru, era yang cukup cepat atau era distrubsi. Oleh karena itu skill, beberapa keterampilan harus kita miliki untuk menghadapi masa depan, yang nanti akan kita temukan di lokasi Kukerta,” papar Wabup.

Wabup meminta agar mahasiswa Kukerta dapat berkomunikasi dengan bijak dikarenakan banyak orang lancar berkomunikasi tetapi tidak banyak yang bisa mendengarkan. Di lokasi kita akan mendengarkan banyak dari masyarakat, baik itu dari Datuk Rio, tokoh adat tokoh pemuda bahkan ibu ibu rumah tangga di dusun atau di desa harus kita dengarkan. Kemudian berpikir kritis, karena nanti pasti kita temukan persoalan di masyarakat, sekarang ini kebijakan pemerintah pusat adalah membangun desa atau dusun. Dengan dibekali dana yang cukup besar, kalau di Bungo rata rata 1,6 milyar, tetapi sering kami sampaikan dana desa itu bisa jadi rahmat, tapi sebaliknya juga bisa menjadi musibah dan sudah banyak problem masalah hukum terkait bagaimana mengunakan dana desa,” terang Wabup lagi.

Oleh karena itu, kami mohon para peserta Kukerta memberi masukan kepada aparatur pemerintah dusun, sebagaimana mungkin mendesain atau membuat program yang baik untuk masyarakat desa. Rata rata banyak yang tertarik pada dunia fisik, padahal arahan dari Presiden adalah lebih banyak di aspek pemberdayaan masyarakat. Bila ada ide yang baik dari peserta kukerta, kami siap melalui OPD membantu bila mana ada kelompok usaha di dusun atau desa tersebut,” tutup Wakil Bupati Bungo H Safrudin Dwi Apriyanto S Pd.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pelepasan balon sebagai bentuk pelepasan peserta Kukerta UMB Periode ke 20 semester genap tahun anggaran 2019/2020. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *