Ketua LSM Somasi sedang mencoba bermain di lapangan bola desa Aring Urug Gadong.(Foto: Nur)

Dairi, PRi.Com – Adanya dugaan korupsi penggunaan Dana Desa di desa Karing kecamatan Brampu, yang sudah dilaksakan pengerjaannya pada Desember tahun 2018 lalu, mengundang perhatian tim LSM Somasi kabupaten Dairi turun investigasi ke lapangan, Rabu (5/2/2020).

Informasi yang dihimpun dari keterangan masyarakat desa Karing, menyebut pembangunan Lapangan bola bernilai Rp150 juta lebih akan dilanjutkan tahap pengerjaannya pada 2019 namun pada tahun berjalan tahun 2019 dilihat pada papan infoGrafis tidak menemukan kegiatan lanjutan pembuatan lapangan bola tersebut.

infoGrafis yg sempat di cek tidak menemukan kegiatan lanjutan pembangunan berkala Lapangan Bola. (Foto Nur)

Menurut keterangan Ketua LSM Somasi Herinton Nababan, didampingi wakil ketua Pahala Ujung, jika pembangunan yang menelan uang negara sebesar Rp 150 juta tersebut terkesan “Siasia” dan penghamburan uang negara.

Sebab dana yang terbuang sia-sia tersebut sudah tidak memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Besaran dana DD yang selajimnya menghitung tahun berjalan, sudah sewajarnya memberi manfaat langsung pada masyarakat sekitar secara khusus dan pada negara secara umumnya.

Saat dikomfirmasi wartawan Media Online PRi.Com kepada Kaur Bidang Perencanaan Desa Juntoni Limbong, tentang kondisi perencanaan pembangunan lapangan bola yang sudah selesai mengingat waktu sudah berlalu setahun lebih, namun masih belum memberi manfaat pada masyarakat sekitar.

Dia tidak dapat menjelasakan apa saja yang sudah dibuat untuk menopang pertanggung jawaban dana tersebut.

Dia hsnya berkata singkat, untuk mendoser lahan, peruntukan lahan podium, upah pekerja dan penanaman rumput.

Namun saat ditanya besaran dana utuk item item yang lebih detail tidak dapat memberikan keteranga.

“Sebab sudah lama, tidak tau lagi besaran dana yang sudah dipergunakan pada item-item tersebut,” sahutnya.

Saat meninjau Lapangan Bola desa karing urug Gadong kecamtan Brampu.(Pt.Nur)

Ketika tim infestigasi LSM Somasi meninjau ke TKP tidak dapat menemukan item yang di sampaikan Kaur Perencanaan tersebut sebab lokasi masih terlihat penuh dengan batu kerikil bekas kerukan. Tanahnya pun belum rata dan ditumbuhi bunga bunga putih setinggi lutut.

Selain permukaan tidak rata, bahkan terdapat korekan korekan yang tidak dapat disebut sebagai lapangan bola. Bahkan layaknya bagaikan perladangan yang ditinggal pemiliknya.

Ketika diminta untuk komfirmasi langsung dengan kepala desa Karing Lisma Brampu, dia ssedang tidak berada di tempat.

“Kemungkinan lagi ada urusan lain melayat warga yang meninggal sebut perangkat desa yang sedang piket di kantor tersebut.(Nur/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *