Kantor dan Pelayanan Buka hanya Sampai Jam 12.00 WIB

Laporan: Nur Elya Capah

Dairi, PRi.ComKondisi kantor Kepala desa (Kades) Pegagan Julu II, Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi, kelihatan kumuh dan tidak terawat. Demikian hasil pantauan Kepala Biro/wartawan PRi.Com di Dairi, Nur E. Capah, Senin (3/2/2020).

Masyarakat yang berada di sekitar kantor Kades itu mengungkapkan, buruknya kondisi kantor Kades akibat para perangkat desa sangat malas melakukan kebersihan di kantor tersebut, padahal semua peralatan kebersihan ada tersedia di sana.

Melihat kondisi tersebut, mengundang perhatian wartawan dan mencoba komfirmasi pada kepala desa, namun posisi kantor tertutup rapat.

Menurut keterangan warga, kantor kepala desa dimaksud setiap hari hanya buka sebatas jam 12.00 wib.

“Jika masyarakat desa datang di atas jam tersebut tidak akan ketemu dengan Kades atau perangkat lainnya, Sehingga warga akan kecewa sebab semua urusannya akan mengulang lagi besok harinya,” ungkap warga yang minta jati dirinya dirahasiakan.

Hal ini sangat bertentangan dengan UU nomor 6 tahun 2014 tentang desa , untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan pemerintahan desa.

Warga desa ini mengaku, sering merasa kecewa atas pelayanan kepala desa ataupun perangkat desa lainnya, sebab kantor sering tutup pada saat di atas jasm 12.00 wib siang.

Mereka menambahkan lagi, selain pelayanan minim, kondisi bangunan dan lingkungan pun kumuh, penuh dengan sampah di sekitar kantor membuat tidak nyaman saat berada di sana.

Sesuai pantauan PRi.Com, muncul penilaiandan bagaimana mungkin warga mengapresiasi pimpinan desa jika kondisi pelayanan dan kebersihan kantor tidak bisa jadi contoh yang baik.

Padahal dengan anggaran dana desa yang cukup besar digelontorkan Pemerintahan Jokowi, seharusnya lebih dari cukup untuk menerapkan desa yang bersih, sehat, lingkungan hidup yang tertata baik, dengan menerapkan pengamalan berajaskan pancasila, dan menggelorakan semangat bwrggotong royong.

Padahal plangkat yang dipajang di depan kantor desa itu terpajang imbauan hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan dan pelihara semangat gotong royong, namun kantor desanya tidak menunjukkan kondisi bersih, nyaman,serta indah.

Sehingga mencul penilaian kantor desa itu seperti kandang yang tidak terawat dan dipenuhi sampah, serta rumput yang menjalar ke mana-mana.

Pada kesempatan lain, saat ketemu dengan Ketua LSM Somasi Sumatra Utara, Herbin Nababan, mengatakan sangat kesal dengan jawaban Kepala Desa Pegagan Julu II, Kabupaten Dairi , Hisar Mataniari saat di komfirmasi menyangkut penggunaan DD Tahun 2019 yang dikelola oleh kepala desa.

“Hisar Mataniari dengan jawaban yang tidak masuk di akal dan terkesan sangat melecehkan, lain ditanya lain jawabannya,” ungkap Ketua LSM Sonasi.

Ditanya kegiatan menyangkut penggunaan dana desa, jawabannya dia tidak memegang uang satu peser pun dibelah tujuh, semua di serahkan pada Bendahara.

Ditanya mengenai keberadaan kantor, jawabannya, “Mau buka atau tidak suka-suka, Jika ditanya menyangkut kebutuhan masyarakat ketika ada urusan mendadak jawabnya semua masyarakat di desa sedang di ladang.

Bahkan terkesan Kepala Desa Pegagan Julu II ini cuek pada saat dikomfirmasi, menunjukkan tanda tanda ketidaktransparanan dalam pengelolaan dana desa (DD.

“Berdasarkan penilaian kami, kesan cuek yang ditampilkan Kades bernama Hisar Mataniari seolah menyimpan hal-hal di luar kewajaran. Terkesan ada yang ditutup-tutupi. Untuk itu kami minta aparat hukum perlu menyelidiki penggunaan dana desa,” pungkas Herbin Nababan.(Nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *