Stefanus Cabuli Istri Paman dengan Ancaman Pisau

Teks : Tersangka Stefanus diamankan Teks :

Karimun PRi.Com – Warga Kalibaru Kelurahan Sungai Lakam Timur Sutarni Manoarfa, akhirnya melaporkan Stefanus Nong Rolan alias Nong (26 Th) Warga Kalibaru Kelurahan Sungai Lakam Timur Ke Mapolres Karimun atas tindakan pencabulan yang dilakukannya Selasa (12 /11 2019).

Setelah dilaporkan, Satuan Serse Kriminal (Satreskrim) Polres Karimun Kepulauan Riau (Kepri ) bergerak cepat dan berhasil meringkus dan mengungkap tindak pidana pencabulan yang berawal dari kekerasan.

“Stefanus yang beralamat di Kampung Kalibaru, berhasil diringkus sekitar pukul 21.00 Wib,” ungkap Kapolres Karimun, melalui Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono, SIK dalam Keterangan Pers kepada Wartawan Jumat sore (15/11/2019) di Mapolres Karimun.

Kasat Reskrim Polres Karimun, menjelaskan bahwa pada tgl 12 November 2019 sekitar pukul 02.00 Wib, pelaku ( SNR ) masuk ke dalam rumah korban (SM ) melalui jendela kamar anak korban yang kosong.

Setelah korban masuk ke kamar, langsung mencekik korbannya sambil mengatakan “ini pisau “ dengan mengacungkan tangan pelaku ke arah perut korban dan menarik korbannya ke dalam kamar kosong, kemudian membaringkan korban dengan cara paksa ke tempat tidur dan membuka celana, serta baju dan bra, serta meremas payudara korban,

Kemudian pelaku berusaha memaksa korban melakukan hubungan suami istri, namun karena ada perlawanan, pelaku tak berhasil melampiaskan hasratnya.

Akibatnya pelaku jengkel dan memasukkan jari ke dalam kemaluan korban, karena belum berhasil korban mengancam dengan mengatakan “Besok saya datang lagi “.

AKP Herie Pramono menceritakan kejadian kronologis berdasarkan hasil penyidikan kepada pelaku ( tersangka (SNR ), Sementara pelaku sudah dipengaruhi oleh minuman alkohol sehingga membuat dirinya nekat hendak memperkosa korban.

Barang bukti dari hasil penyidikan telah diamankan berupa satu helai baju lengan pendek berwarna hitam, satu helai celana dalam warna hitam.

Akibat perbuatan pelaku, menurut AKP Herie dapat dijerat pasal 289 K.U.H. Pidana, “Karena melakukan penyerangan kehormatan kesusilaan dengan Pidana Penjara 9 tahun penjara “kata Harie Pramono. (Yuliana) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: