Makam Syech Mahmud di Barus Tak Pernah Sepi Pengunjung

Catatan : Zuardi Simanullang

Objek Pariwisata Religi Makam Auliya Syech Mahmud disitus Cagar Budaya Pemakaman Papan Tinggi desa Pananggahan Kec Barus Utara 75 Km dari ibukota Kabupaten Tapanuli Tengah tak pernah sepi dari pengunjung apalagi pada hari libur ratusan pengunjung dari luar daerah datang ke tempat itu, pada umumnya adalah untuk berziarah. 

Makam Syech Mahmud yang dianggap keramat itu berada dipuncak Bukit sekitar 120 meter dari permukaan laut (dpl) untuk sampai ke Pusara Makam ini,

Pengunjung harus menapaki 800 lebih anak tangga, makam itu panjang batu nisan kepala dengan nisan kaki sekitar 9 meter dan tinggi kedua batu nisan 2 meter.

Kita bukan Syech Rukunuddin salah satu makam tertua di Barus wafat pada tahun 44 Hijriyah (Dal-Mim) yang berlayar dari Persia dan singgah di Barus untuk mencari rempah Kapur Barus (Kanfer), batu nisan Syech Mahmud dikirim oleh isterinya dari Hadramaut.

Para wisatawan atau pengunjung yang datang ketempat itu ada dari Sumatera Barat , kota Medan, Labuhan Batu, Padang Sidimpuan ,Mandailing Natal, Aceh dan daerah lainnya.

Barus sebuah kota kuno dipantai Barat pesisir pantai Sumatera Utara merupakan kota sejarah sudah dikenal sejak ribuan tahun silam sebagai Bandar Niaga berkah hasil hutannya sejak abad 1 sampai 17 Masehi. 

Eksistensi Barus sebagai Bandar Niaga telah ditandai oleh sebuah peta kuno dari abad ke 2 yang dibuat oleh Claudius Ptolomeus seorang Gubernur kerajaan Yunani yang berpusat di Alexandra Mesir yang menyebutkan bahwa dipesisir pantai Barat Sumatera terdapat sebuah Bandar yang bernama BAROSSAI yang menghasilkan parfum yang disukai dan menjadi komoditas penting untuk Asia dan Eropa. 

Selain Situs Pemakaman Papan Tinggi juga di Barus masih terdapat Makam kuno lainnya, seperti Situs Cagar Budaya Pemakaman Almahligai di desa Aek Dakka Barus, makan Tuan Batu Ambar, Syech Machdum dan pemakaman Muslim lainnya .

Pada bulan Maret 2017 lalu Presiden RI Jokowidodo telah pula meresmikan dan menandatangani prasasti tugu ” Kilometer Nol Peradaban Islam Nusantara ” di Kecamatan Barus,Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara.  (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: