Sajak Nahar Frusta.

Entahlah, ketika menggoreskan pensil
diatas kertas putih
memilih huruf membentuk kata
agar sulit dipahami karena makna
tersembunyi,
senyap
seperti guguran daun tak berisik
mencium lembab tanah.

Entahlah, padahal dengan kata biasa
gugurnya buah tanpa angin
ramai
lebih dipahami
seperti matahari terus terang
menuju senja
memeluk dingin malam.

Entahlah!

(Barus, Februari 2026)

Taragak

Sajak Nahar Frusta

dari gunung rinduku
mengaliri sungai
dari sela bebatuan
menuju hatimu

(Barus Februari 2020)

Harau dan Jembatan Aka

Sajak Nahar Frusta

Mengeja langkah
ketika pagi berangin
menyibak kerudung putih
hadirkan senyum menjawab salam

ada hati bergetar
berharap angan ke harau
bekukan rindu
atau ke jembatan aka
mengikat cinta disana.

(Harau, Februari !986)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *