
Samosir, PRi. Com — Penelusuran tim jurnalis ke wilayah pinggiran Danau Toba di Kabupaten Samosir mengungkap fakta kontras antara status kawasan wisata prioritas nasional dengan kondisi desa terpencil yang masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar. Salah satunya Desa Janji Maria di Kecamatan Sitio-Tio, selasa (24/2)
Desa yang berada di bawah kaki pegunungan Bukit Barisan ini memiliki bentang alam menyerupai kuali atau belanga — dikelilingi perbukitan dengan akses yang tidak mudah. Secara geografis indah, namun secara pembangunan masih jauh dari kata memadai.
Kepala Desa, Walton Tamba, menjelaskan jumlah penduduk mencapai 1.134 jiwa dengan 191 kepala keluarga. Mayoritas warga bekerja sebagai petani dan pekebun dengan penghasilan bergantung musim.
Namun persoalan utama bukan hanya ekonomi, melainkan minimnya kehadiran negara dalam pelayanan dasar.
“Dalam keadaan keuangan negara terbatas, pembangunan desa kami sangat memprihatinkan. Kami tidak bisa berbuat banyak. Desa kami terpencil di bawah kaki Bukit Barisan. Masyarakat sangat membutuhkan penambahan tenaga medis dan Pos Kesehatan Desa,” ujarnya.
Fakta Lapangan: Akses Kesehatan Jadi Persoalan Mendesak
Hasil investigasi menunjukkan masyarakat harus menempuh jarak cukup jauh menuju fasilitas kesehatan terdekat. Kondisi ini berisiko tinggi bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, dan anak-anak ketika terjadi keadaan darurat medis.
Beberapa warga yang ditemui mengaku sering mengandalkan pengobatan tradisional karena keterbatasan akses tenaga kesehatan.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan serius: bagaimana prioritas pembangunan kawasan Danau Toba dijalankan jika desa di sekitarnya masih kekurangan layanan dasar?
Status Kawasan Prioritas vs Realitas Desa
Kawasan Danau Toba selama beberapa tahun terakhir menjadi fokus pembangunan nasional sektor pariwisata. Infrastruktur besar seperti jalan lingkar dan destinasi wisata terus dipromosikan.
Namun di sisi lain, desa-desa kecil di pinggiran justru masih menghadapi persoalan klasik:
Minim fasilitas kesehatan
Keterbatasan pembangunan desa
Akses pelayanan publik belum merata
Ketergantungan ekonomi pada pertanian tradisional
Ketimpangan ini menunjukkan pembangunan belum sepenuhnya menyentuh masyarakat akar rumput.
Harapan dan Seruan Pemerataan
Pemerintah desa berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat, terutama dalam penyediaan tenaga medis dan pembangunan Poskesdes sebagai kebutuhan mendesak.
Investigasi ini menegaskan satu realitas penting: keindahan alam Danau Toba tidak boleh menutupi fakta bahwa masih ada masyarakat yang berjuang memperoleh hak dasar pelayanan kesehatan.
Jika pembangunan hanya berfokus pada sektor wisata tanpa memperkuat desa penyangga, maka ketimpangan sosial berpotensi semakin melebar. ( Hots/dns)






