
Catatan ringan : Nahar Frusta
Jatuhnya 1 Ramadhan antara 18 dan 19 Februari 2026. Pada prinsifnya berpatokan dari keputusan organisasi masing masing.
Perbedaan dalam memasuki 1 Ramadhan ini tidaklah menjadi perdebatan serius yang membawa hubungan silaturrahmi dan hubungan sosial berjalan baik baik saja.Sejauh ini tidak ada tindakan personal ataupun organisasi yang merasa paling baik dan benar. Semua dapat menyikapi dalam kekerabatan dan kebersamaan umat.
Untuk ziarah kubur umat Islam sudah mulai melaksanakan. Rombongam keluarga besar maupun kecil sudah mendatangi kuburan keluarga.bMembersihkan komplek perkuburan, membersihkan batu nisan yang berlumut karena usia batu yang lama. Seterusnya berdoa agar almarhum dan almarhumah yang diziarahi mendapat ampunan dari Allah dan dtempatkan di sorga-Nya.
Acara ziarah kubur ini berjalan dengan baik dan tidak lagi menjadi perdebatan dimayoritas umat islam Barus. Masing masing telah bisa memahami dan memaknai ajaran Islam yang dilaksanakan tanpa menyerang atau memojokkan pemahaman yang lain dalam memaknai ziarah.
Sementara untuk acara Mamogang akan dilaksanskan pada satu hari jelang 1 Ramadhan. Ketetapan ini diambil dari hasil musyawarah Porkopimka Barus bersama tokoh agama dan masyarakat serta pedagang daging kerbau yang ikut dikegiatan mamogang di Barus
Musyawarah ini selain menetapkan hari mamogang juga hari Balimo. Hari Mamogang dan Balimo ditetapkan pada hari yang sama. Diputuskan juga bahwa hewan ternak yang bisa disembelih pada acara mamogang adalah kerbau jantan yang sehat, kerbau betina yang tidak produktif dan sehat. Kerbau diperiksa kesehatannya dari dinas pertanian/peternakan Tapanuli Tengah dan disembelih secara islam untuk pastikan kehalalannya.
Harga jual daging mamogang diputuskan Rp 160.000.
Mamogang telah selesai, daging kerbau sudsh dibawa ke rumah untuk dimasak sebagai persediasan untuk makan sahur pertama Ramadhan.
Berbagai jenis masakan disiapkan seperti rendang, sop, gule padeh, gule putih dan gule manis,sarundeng dan goreng balado. Siang harinya barulah melaksanakan mandi balimo-balimo ke sungai Sirahar.
Sungai Sirahar diramaikan oleh warga untuk mandi bersama keluarga. Banyak juga yang bawa makanan ke sungai sambil makan makan di tengah sungai. Ini kenikmatan dan kebahagian tersendiri.
Setelah mandi dengan niatan mandi wajib, dilanjutkan dengan mandi berenang, bergembira ria dengan membasuh seluruh tubuh memakai air limau yang khusus dibuat dari berbagai tumbuhan dan buah segar.
Limau ini memiliki aroma wangi dan khas yang sulit hilang dari rambut dan seluruh tubuh membuat pikiran dan perasaan yang segar dan .melahirkan semangat baru dan kekuatan iman untuk melaksanakan sholat tarawih dan bersahur, menunaikan ibadah puasa Ramadhan. (Penulis adalah wartawan Pri.Com)









