SAMOSIR, PRi. Com — Kepolisian Resor Samosir menegaskan komitmen penertiban dan peningkatan keselamatan berlalu lintas melalui Apel Gelar Pasukan Kesiapan Akhir Operasi Keselamatan Toba 2026, yang digelar di Lapangan Markas Polres Samosir, Senin (2/2/2026) pagi. Apel dipimpin Wakapolres Samosir, Kompol Briston A.M. Napitupulu, S.T., S.I.K., sebagai penanda dimulainya operasi kepolisian yang menyasar langsung perilaku pengguna jalan.

Apel tersebut melibatkan personel gabungan lintas instansi, mulai dari Polres Samosir, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, hingga unsur pemerintah daerah lainnya. Pelibatan lintas sektor ini menegaskan bahwa persoalan keselamatan lalu lintas tidak dapat ditangani secara parsial, melainkan menuntut kerja bersama dan tanggung jawab kolektif.

Sejumlah pejabat daerah dan unsur TNI turut hadir, antara lain perwakilan Dandim 0210/TU, Danramil 03 Pangururan Kapten Kav Edianto Simangunsong, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir dr. Dina Hutapea, Kabid Trantib Satpol PP Ronalpen Silalahi, S.IP, Kalaksa BPBD Samosir Sarimpol Simanihuruk, serta Kabid Dikpora Samosir Hendra Manurung. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperkuat pesan bahwa keselamatan jalan adalah agenda bersama pemerintah dan aparat.

Dalam amanat yang dibacakan Wakapolres Samosir, Kapolda Sumatera Utara menegaskan bahwa keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang tidak dapat ditawar. Kapolda menilai, meskipun terdapat tren penurunan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, tingkat kepatuhan pengguna jalan masih memerlukan perhatian serius dan pengawasan berkelanjutan.

Penegasan tersebut menjadi semakin relevan mengingat Operasi Keselamatan Toba 2026 dilaksanakan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, periode yang secara historis diwarnai peningkatan mobilitas masyarakat dan potensi lonjakan pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas.

Kapolda Sumut juga menekankan bahwa penyelenggaraan keselamatan jalan harus dilaksanakan secara terpadu melalui lima pilar Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK), yakni manajemen keselamatan jalan, penyediaan infrastruktur jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang laik dan aman, perilaku pengguna jalan yang disiplin, serta penanganan korban kecelakaan secara cepat dan terpadu.

Data Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut menunjukkan hasil konkret dari upaya penegakan hukum sepanjang 2025. Jumlah pelanggaran lalu lintas tercatat menurun signifikan dibandingkan 2024, termasuk penurunan pelanggaran tilang sebesar 46,2 persen. Angka kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan, termasuk korban meninggal dunia yang turun sebesar 10,4 persen. Meski demikian, Kapolda mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat aparat lengah.

Operasi Keselamatan Toba 2026 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan sasaran utama pengguna jalan, kendaraan angkutan umum dan pribadi, lokasi rawan kemacetan dan kecelakaan, serta aktivitas masyarakat yang berpotensi mengganggu kamseltibcarlantas.

Dalam pelaksanaannya, Kapolda Sumut menginstruksikan agar seluruh personel mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif, tanpa mengabaikan tindakan tegas dan terukur terhadap pelanggaran. Profesionalisme aparat ditekankan melalui penerapan sikap 3S (senyum, sapa, salam) serta larangan keras terhadap segala bentuk pelanggaran kode etik.

Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Toba 2026 Polres Samosir berakhir sekitar pukul 08.40 WIB dan berlangsung aman serta tertib. Dengan dimulainya operasi ini, aparat berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan dapat terus ditekan secara berkelanjutan. ( Hots/dns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *