
Medan, PRi. Com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya menjadikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai penggerak utama perekonomian daerah melalui peluncuran Calendar of Event (CoE) Sumut 2026. Peluncuran yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pekan Raya Sumut (PRSU), Medan, Kamis (29/1), menjadi penanda arah pembangunan pariwisata Sumut yang semakin terstruktur dan kolaboratif.
Peluncuran CoE 2026 dilakukan oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya dan dihadiri sejumlah kepala daerah, antara lain Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, Bupati Pakpak Bharat, serta Wakil Bupati Dairi. Agenda ini tidak sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi jangka menengah pemerintah daerah dalam memperkuat daya saing pariwisata Sumut di tingkat nasional dan internasional.
Dalam CoE Sumut 2026, Kabupaten Samosir kembali menjadi salah satu daerah sentral dengan dipercaya sebagai tuan rumah empat agenda berskala nasional dan internasional. Keempat agenda tersebut yakni Trail of The Kings by UTMB (12–14 Juni 2026), Festival Danau Toba (Juni–Juli 2026), Samosir Music International (2–4 Juli 2026), serta Samosir International Choir Competition (24–27 September 2026).
Wakil Gubernur Sumut Surya menekankan bahwa transformasi sektor pariwisata saat ini tidak lagi menempatkannya sebagai sektor pendukung, melainkan sebagai mesin penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, setiap event yang digelar memiliki efek berantai (multiplier effect) yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Event pariwisata bukan hanya soal hiburan. Di dalamnya ada perputaran ekonomi yang melibatkan UMKM, pelaku seni, pengrajin, sektor kuliner, transportasi, hingga perhotelan. Ketika event tumbuh, ekonomi rakyat ikut bergerak,” ujar Surya.
Ia menjelaskan, Calendar of Event 2026 disusun untuk memastikan aktivitas pariwisata tidak bersifat musiman, tetapi berlangsung sepanjang tahun dan tersebar merata di berbagai wilayah Sumatera Utara. Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak terpusat pada satu daerah, melainkan dirasakan secara lebih luas.
Lebih jauh, Surya menegaskan bahwa CoE Sumut 2026 merupakan simbol kolaborasi 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Seluruh kawasan—mulai dari Danau Toba, Pesisir Timur, Kepulauan Nias, Dataran Tinggi Karo, hingga kota-kota besar—dipromosikan dalam satu narasi besar pariwisata Sumut.
Ragam agenda yang masuk dalam kalender tersebut mencakup festival budaya dan tradisi, pesta rakyat, karnaval seni, sport tourism bertaraf nasional dan internasional, festival musik dan paduan suara, hingga kegiatan fashion serta ekonomi kreatif. Menurut Surya, keberagaman ini menjadi kekuatan Sumut dalam menarik berbagai segmen wisatawan.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan acara. Pemerintah daerah dan masyarakat, kata dia, harus memastikan tiga aspek utama, yakni kebersihan, keramahan, dan kesiapan infrastruktur.
“Wisatawan akan kembali bukan hanya karena acaranya menarik, tetapi karena mereka merasa nyaman, aman, dan dihargai,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan, penyusunan Calendar of Event 2026 melalui proses kurasi ketat. Dari total 51 event yang diusulkan oleh 33 kabupaten/kota, ditetapkan 36 event unggulan yang dinilai memiliki dampak promosi dan ekonomi paling signifikan.
Dari jumlah tersebut, enam event masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI, yakni Manaiamolo Fest (Nias Selatan), Samosir Music International (Samosir), Festival Bunga dan Buah (Karo), Berlabuh (Deliserdang), Gelar Melayu Serumpun (Kota Medan), serta Gebyar Batubara Beranjak (Kabupaten Batubara).
Yuda juga memaparkan bahwa tren pariwisata Sumatera Utara menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga November 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 268.939 kunjungan, meningkat 15,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dengan sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, industri, dan media, kami optimistis capaian ini dapat terus ditingkatkan pada 2026,” kata Yuda.
Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kepada Kabupaten Samosir. Menurutnya, penetapan empat event besar di Samosir menjadi momentum penting bagi daerah tersebut untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan nasional.
“Kepercayaan ini harus dijaga bersama. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan mutu pelayanan di semua sektor agar geliat pariwisata benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Vandiko.
Ia menegaskan bahwa Calendar of Event Sumut 2026 bukan hanya agenda pariwisata, melainkan simbol persatuan dan kolaborasi daerah dalam membangun kesejahteraan bersama melalui sektor yang berkelanjutan. ( Hots/ dns)