Samosir, PRi.com – Pagi itu, matahari naik perlahan di langit Onan Runggu. Sinarnya jatuh tepat di hamparan panel surya yang berjajar rapi di tepi danau. Bagi sebagian orang, ini sekadar teknologi. Namun bagi petani di kecamatan ini, cahaya matahari kini menjelma menjadi harapan.

Selama bertahun-tahun, sawah-sawah di Onan Runggu bergantung pada hujan. Musim kering kerap memaksa petani menunda tanam, bahkan membiarkan lahan menganggur. “Air selalu jadi penentu,” begitu kata yang sering terdengar di pematang sawah.

Kini, cerita itu mulai berubah.

Pemerintah Kabupaten Samosir, bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, meresmikan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) senilai Rp2,6 miliar, Senin (26/1/2026). Infrastruktur ini dirancang untuk mengairi sekitar 60 hektare persawahan yang menjadi tumpuan hidup 100 keluarga petani.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyebut pembangunan ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang menghadapi perubahan iklim dan menjaga ketahanan pangan daerah. “Air adalah kunci produksi. Kalau air tersedia, petani berani menanam,” ujarnya.

Teknologi yang digunakan terbilang sederhana namun berdampak besar. Panel surya menangkap energi matahari, menggerakkan pompa yang menarik air dari danau, lalu menyalurkannya ke sawah melalui jaringan pipa dan katup distribusi. Sistem ini dirancang agar beroperasi berkelanjutan, tanpa bergantung pada listrik konvensional atau bahan bakar fosil.

Kepala Bapperida Kabupaten Samosir Rajoki Simarmata menjelaskan, keberadaan PATS membuka peluang peningkatan indeks pertanaman. “Dari satu kali tanam, kini petani berpeluang menanam dua kali bahkan lebih dalam setahun,” katanya.

Namun pembangunan ini bukan hanya soal mesin dan pipa. Ada partisipasi warga yang menjadi fondasi penting. Sejumlah masyarakat dengan sukarela menghibahkan lahan untuk jalur pipa sepanjang lebih dari satu kilometer. “Kalau tidak ada kebersamaan, pembangunan akan selalu tersendat,” kata Vandiko, mengapresiasi dukungan tersebut.

Dari sisi kebijakan, pemanfaatan energi surya selaras dengan Perda Provinsi Sumatera Utara Nomor 4 Tahun 2022 tentang Rencana Umum Energi Daerah, yang mendorong penggunaan energi terbarukan untuk sektor produktif, termasuk pertanian.

Tokoh masyarakat Onan Runggu, Alifender Harianja, melihat PATS bukan sekadar proyek pemerintah, melainkan investasi masa depan desa. “Petani butuh kepastian air. Kalau ini berjalan baik, hasil panen akan ikut membaik,” ujarnya.

Di sela peresmian, para petani juga mendapat penyuluhan tentang pertanian organik dan pengelolaan PATS melalui BUMDes. Pemerintah berharap, fasilitas ini tidak hanya dibangun, tetapi dirawat dan dikelola bersama.

Saat matahari kian tinggi, pompa pun bekerja. Air mengalir menuju sawah-sawah yang lama menunggu. Di Onan Runggu, pembangunan tak lagi berhenti di atas kertas. Ia bergerak, mengalir, dan perlahan menumbuhkan harapan—dari matahari, ke sawah, hingga ke meja makan petani. ( Hot/dns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *