Korban diketahui berinisial BS, RS, dan SS. Menurut keterangan warga dan saksi di lokasi, BS awalnya menyelam ke bawah dermaga sambil membawa alat panah ikan sekitar pukul 22.00 WIB. Sementara RS dan SS menunggu di atas permukaan air.

Namun, BS tak kunjung muncul kembali ke permukaan. Merasa khawatir, kedua rekannya—RS dan SS—berusaha mencari dengan ikut menyelam ke bawah dermaga namun pada malam itu tidak membuahkan hasil.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan pencarian darurat. Hingga Minggu pagi (18/5/2025), proses pencarian dilanjutkan bersama masyarakat setempat. Informasi hilangnya satu warga itu kemudian diteruskan ke Basarnas, yang langsung menurunkan tim penyelam ke lokasi kejadian. Sebelum kedatangan tim basarnas RS dan SS sudah masuk kebawah dermaga Ferry tapi naas keduanya tidak kembali kepermukaan.

Beberapa jam setelah pencarian intensif, ketiga korban akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Jasad mereka langsung dievakuasi ke Puskesmas Onan Runggu untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami masih menyelidiki penyebab pasti tenggelamnya korban. Dugaan awal, mereka mengalami kelelahan atau kehabisan napas saat menyelam di bawah dermaga,” kata salah satu anggota tim SAR yang enggan disebutkan namanya.

Peristiwa ini mengguncang warga Onan Runggu dan menimbulkan duka mendalam. Pemerintah desa dan pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di perairan Danau Toba, khususnya saat malam hari dan di sekitar area pelabuhan. ( hots)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *