Korsel, PRESTASIREFORMASI.Com – Pada 28 Januari, Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan dan Yayasan Korea untuk Pertukaran Budaya Internasional merilis hasil Survei Hallyu Luar Negeri (Korean Wave) 2021.

Responden dalam survei ini adalah 8.500 konsumen konten budaya Korea dari 18 Negara, seperti Amerika Serikat, China, Jepang, dan lainnya. Survei ini dilakukan secara daring dari 24 September hingga 4 November 2020. Hasilnya, terdapat 5 film Korea Selatan yang jadi favorit warga diseluruh dunia.

Berikut daftarnya:

1. Parasite (2019)

Film Paradite. (Foto: istimewa)

Film yang terinspirasi dari kisah kehidupan nyata sutradara sendiri, Bong Joon Ho, ini tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Bagaimana tidak? Film yang meraih penghargaan Best Picture dalam ajang film bergengsi Oscars ini meraih suara sebesar 18.4 persen. Berkat kesuksesannya, Parasite berhasil mengumpulkan pendapatan hingga USD $258.8 juta.

2. Train to Busan (2016)

Film Train to Busan. (Foto: istimewa)

Film yang dibintangi oleh Gong Yoo ini berhasil mendapat vote sebesar 10.2 persen. Train to Busan pertama kali ditayangkan di Festival Film Cannes 2016. Film ini juga sukses meraih pendapatan sebesar 98.5 juta USD.

3. Peninsula (2020)

Film Penunsula. (Foto: istimewa)

Sekuel dari film Train to Busan ini cukup mendapatkan hati para penikmat budaya Korea sebesar 3.5 persen. Film yang dibintangi oleh Gang Dong Won ini berhasil mendapat pendapatan sekitar 42.3 juta USD.

4. #ALIVE (2020)

Film Alive. (Foto: istimewa)

Masih film bertemakan zombie, ada film Alive yang berhasil mendapatkan vote sebesar 2.1 persen. Film yang tayang perdana di Netflix ini ceritanya diangkat dari film Hollywood, Alone (2020) yang ditulis oleh Matt Naylor. Alive berhasil meraup pendapatan sebesar USD $14.7 juta.

5. Time to Hunt (2020)

Film Time to Hunt. (Foto: istimewa)

Film yang dibintangi oleh salah satu aktor film Parasite, Choi Woo Sik, berhasil mendapatkan suara sebesar 1.6 persen. Film yang juga tayang di Netflix ini berkisah tentang kehidupan suatu kota yang kacau balau karena krisis ekonomi. Time to Hunt pernah tayang di Berlin International Film Festival ke-70. (h/deh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *