Labura, PRESTASIREFORMASI.Com (Minggu, pukul 22.30 WIB) – Buaya sungai Simangalam, kecamatan Kualuh Selatan, kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) provinsi Sumatera Utara, kembali memangsa salah seorang warga setempat, ketika mandi usai menjaring ikan Minggu (18/10/2020) sekira pukul 21.00 WIB.
Berawal dari empat warga Kualuh Selatan usai menjaring ikan–orang di sana menyebutnya mancido–di kawasan sungai yang banyak buayanya itu, seperti biasa mereka mandi sekalian membersihkan tubuh, sampan dan jaring sebelum bergegas pulang ke rumah.

Di temaram kegelapan malam, mereka mandi di dekat Titi Kuning PT.KSS Simangalam, hanya dengan penerangan seadanya.
Salah seorang dari mereka bernama Aspan Munthe (42), agak terpisah dari ketiga temannya. Tiba-tiba sekelebat bayangan hitam menerkam lelaki itu dan menyeretnya ke dasar sungai yang dalam, diperkirakan kedalamannya mencapai tiga meter lebih.
Ketiga temannya yang menyaksikan peristiwa tersebut tidak bisa berbuat banyak membantu temannya tersebut, apalagi dalam kegelapan malam. Mereka dengan ketakutan beranjak dari tempat itu dan segera melapor ke penduduk kampung.
Menurut wartawan prestasireformasi.com, Syaiful Azhar Panjaitan, hingga saat ini masih dilakukan pencarian jasad Aspan yang kadang dipanggil Afandi itu. Namun sudah sejam lebih menyusuri sungai dan lokasi lelaki itu diterkam, mereka belum juga menemukan titik terang keberadaan Aspaan.

Sejak dulu warga di daerah itu sudah mengenal sungai Simangalam sebagai kawasan yang banyak dihuni buaya yang juga dianggap sebagai monster air.
Sebelumnya, sekitar tiga bulan lalu, tepatnya AKHIR bulan Juli 2020, buaya sungai itu juga memangsa seorang petani sawit yang hendak mendodos buah sawit yang kebunnya berada dekat sungai tersebut.
“Byuur…Cluupp….!” seekor buaya besar yang diperkirakan berukuran besar, tiba-tiba menerkam Ponidi (45 tahun) yang tengah asyik mendodos sawit, Minggu (26/7/2020) menjelang shalat Zuhur.
BERITA TERKAIT:
Istri Saksikan Suami Diterkam Buaya di Labura
Foto Pohon Sawit Tempat Ponidi Diterkam Buaya
Tubuh lelaki itu sempat dilontar ke atas, ditangkap dengan moncongnya, diputar-putar lalu menghilang di saluran Parit Cina yang alirannya hingga ke Sungai Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, kabupaten Labuhanbatu Utara, provinsi Sumatera Utara.
Istri Ponidi yang turut menemani suaminya itu panen sawit, menyaksikan langsung peristiwa mengerikan itu. Dia hanya mampu berteriak histeris, “Tolong..tolong….suamiku diterkam buayaaa…!”.
PERSTIWA LAINNYA:
- Polres Samosir Amankan 22 Sepeda Motor Berknalpot Brong dalam Razia hingga Dini Hari

- Dilarang Masuk Area Perusahaan, PT Ganda Saribu Jadi Catatan Tim Optimalisasi PAD

- Polsek Tanjung Morawa Ringkus Pelaku Curat

- Bupati Humbahas Bersama Ketua DPRD Melayat ke Rumah Duka Alm. Januard M.T. Simamora

- Bupati dan Forkopimda Sambut Kunjungan Kerja Kasum TNI Tinjau Penanganan Pasca Bencana di Humbahas

- Camat Barus Tinjau langsung Bendungan Rusak di Gabungan Hasang
