Seberkas Cahaya Terang Di Kegiatan PPG 2020
By Mirna Loyanti, S.Pd (Peserta PPG)
LPTK : UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
UPI BANDUNG 2020

Tanggal 04 Oktober 2020
Assalamu Alaikum Warohmatullahi wabarokatuh…..
Salam Sehat dan Semangat Untuk Kita Semua………
Hari ini yaitu tanggal 04 Oktober 2020 banyak sudah saya menyelesaikan tugas-tugas untuk pemenenuhan Pendidikan Profesi Guru (PPG) angkatan ke-1 tahun 2020, Alhamdulillah saya sdh mempelajari sepuluh modul yang ditargetkan. Banyak cerita teman dari berbagai pelosok tanah air mulai dari cerita lucu, menggemaskan, mengharukan, menyedihkan, mengherankan, menyenangkan, menggembirakan, dan banyak gambar-gambar mngesankan semua bercampur jadi satu tekad untuk terus semangat seiring kawan-kawan kita seperjuangan guru-guru nun jauh di sana agar terus belajar mengikuti kegiatan PPG ini. Begitu juga yang saya rasakan banyak cerita menarik dan bermanfaat selama saya mengikuti dari awal sampai hari ini masih berjalan mengikuti kegiatan PPG ini.
Ada hal yang menarik di Modul 3 kegiatan belajar 2 yaitu pembelajaran berbasis neurosain pada kegiatan pembelajaran di Sekolah. Pada awalnya saya bertanya-tanya, apa relevansi dari materi pembelajaran berbasis neurosains ini dengan penguasaan pedagogi pada abad 21 dan tuntutan pembelajaran era industri 4.0
Secara etimologi (asal kata) neurosains merupakan ilmu neural yang mempelajari sistem syaraf, terutama neuron (sel syaraf otak) dengan pendekatan multidisiplin (Pasiak, 2012); sedangkan secara terminologi (istilah), neurosains adalah bidang ilmu yang menggeluti pada kajian saintifik terhadap sistem syaraf, terutama syaraf otak. Neurosains merupakan penelitian tentang sistem saraf otak dan bagaimana otak berfikir (Schneider, 2011). Berangkat dari kedua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa, neurosains merupakan ilmu yang mempelajari sistem syaraf otak dengan seluruh fungsinya, seperti bagaimana proses berfikir terjadi dalam otak manusia.

Pembelajaran berbasis neurosains dikaji dengan tujuan; 1). Sebagai guru nantinya akan dapat mengoptimalkan potensi perkembangan otak peserta didik dalam proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pedagogi dan teknologi yang tepat. 2). Sebagai guru nantinya akan dapat mengoptimalkan potensi perkembangan otak peserta didik dalam proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pedagogi dan teknologi yang tepat. 3). Dengan menguasai pembelajaran inovatif berbasis neurosains diharapkan sebagai guru akan mampu menghantarkan peserta didik untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah-masalah yang mereka hadapi secara kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif sesuai prinsip-prinsip kerja otak. 4). Dengan kata lain, sebagai guru abad 21 harus mampu melaksanakan pembelajaran secara inovatif dengan penguasaan materi yang benar dan memadahi, serta pendekatan pedagogi dan teknologi yang tepat. Pengetahuan mengenai bagaimana cara mengintegrasikan teknologi, pendekatan pedagogi ke dalam kegiatan belajar ini yang disebut dengan TPACK (Technological, Pedagogical, and Content Knowledge).

Atas nama pribadi saya mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegitan PPG ini dimana saya sebagai mahasiswa dan juga guru pada saat ini yang harus terus bergerak, tidak apa-apa ini merupakan bagian dari dinamika yang harus terjadi.
Selamat Bahagia

Wassalamualaikum Wr.Wb.

1 Komentar

  1. Pengalaman yang sangat memotivasi bagi kami yang belum menempuh PPG. Mohon doanya gan agar kami juga memperoleh kesempatan seperti yang agan alami. Terimakasih atas pengalamannya yang berkenan dibagikan. Salam sukses gan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *