Papua, PRESTASIREFORMASI.COM – Serangan yang dilakukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) kembali meningkat. Kelompok yang disebut Polri sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) itu mengancam akan meningkatkan intensitas serangan selama dua tahun ke depan. Target mereka adalah revolusi untuk memerdekakan Papua Barat.
Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menuturkan, dua tahun ke depan itu ditargetkan merupakan pemberlakukan revolusi total. ”Karena pemerintah Indonesia belum penuhi tuntutan bangsa Papua, hak politik penentuan nasib sendiri,” katanya seperti dilansir dari Jawa Pos.
TPNPB-OPM juga memberikan ultimatum terhadap maskapai penerbangan di Papua. Menurut dia, maskapai yang membawa anggota TNI dan Polri di Papua akan diserang. ”Jadi, jangan pernah mau bawa TNI atau Polri,” tegasnya.
BERITA UTAMA:
- Polres Langkat Luruskan Narasi Viral Dugaan Galian C di Bahorok: Tidak Ada Penghadangan, Proses Mediasi Berjalan Humanis

- Forum Lalu Lintas Gelar Survei Lapangan, Matangkan Rencana Jalan Alternatif dan Pos Terpadu di Stabat

- Polda Kepri Gagalkan Pengiriman CPMI Nonprosedural Ke Malaysia, Dua Terduga Pelaku Berhasil Diamankan

- Bupati dan Wakil Bupati Samosir Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026

- Ketika Kekuasaan Sah Tapi Tak Patut

- Polantas Menyapa, Satlantas Polres Langkat Perkuat Pelayanan SIM dan Samsat yang Humanis

Sementara itu, Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal menegaskan bahwa aparat keamanan siap meladeni aksi KKB. Saat ini pengejaran terhadap KKB terus dilakukan.
Pasukan dikerahkan untuk mencari para pelaku serangan yang telah melukai warga sipil, anggota TNI, dan Polri. Pihaknya juga mengejar pelaku penyerangan ke pesawat beberapa waktu lalu.
”Kami pasti terus mengejar,” tegasnya. Tim pemburu terdiri atas personel TNI dan Polri. Dia mengatakan, keamanan akan terus ditingkatkan. ”Untuk mencegah kembali terjadi serangan,” ujarnya. (h/JPc)
