Papua, PRESTASIREFORMASI.COM – Serangan yang dilakukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) kembali meningkat. Kelompok yang disebut Polri sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) itu mengancam akan meningkatkan intensitas serangan selama dua tahun ke depan. Target mereka adalah revolusi untuk memerdekakan Papua Barat.
Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menuturkan, dua tahun ke depan itu ditargetkan merupakan pemberlakukan revolusi total. ”Karena pemerintah Indonesia belum penuhi tuntutan bangsa Papua, hak politik penentuan nasib sendiri,” katanya seperti dilansir dari Jawa Pos.
TPNPB-OPM juga memberikan ultimatum terhadap maskapai penerbangan di Papua. Menurut dia, maskapai yang membawa anggota TNI dan Polri di Papua akan diserang. ”Jadi, jangan pernah mau bawa TNI atau Polri,” tegasnya.
BERITA UTAMA:
- Kapolres Samosir Kunjungi Jemaat HKBP Bonandolok, Ajak Warga Jaga Harmoni Desa Berbasis Dalihan Natolu

- Menteri Kebudayaan Tinjau Cagar Budaya di Samosir, Huta Simarmata Diusulkan Jadi Cagar Budaya Nasional

- Sat Samapta Polres Langkat Intensifkan Patroli Blue Light, Antisipasi Geng Motor dan Kejahatan Jalanan

- Kapolres Samosir Ganti Olahraga dengan Aksi Bersih-bersih di Kawasan Water Front Pangururan

- BGN Tegaskan MBG Bukan Sekadar Pembagian Makanan, Pemkab Samosir Nyatakan Dukungan Penuh
- Polres Langkat Fasilitasi Akses KUR dan Penyerapan Bulog, Perkuat Ekosistem Jagung untuk Ketahanan Pangan Nasional

Sementara itu, Kabidhumas Polda Papua Kombespol A.M. Kamal menegaskan bahwa aparat keamanan siap meladeni aksi KKB. Saat ini pengejaran terhadap KKB terus dilakukan.
Pasukan dikerahkan untuk mencari para pelaku serangan yang telah melukai warga sipil, anggota TNI, dan Polri. Pihaknya juga mengejar pelaku penyerangan ke pesawat beberapa waktu lalu.
”Kami pasti terus mengejar,” tegasnya. Tim pemburu terdiri atas personel TNI dan Polri. Dia mengatakan, keamanan akan terus ditingkatkan. ”Untuk mencegah kembali terjadi serangan,” ujarnya. (h/JPc)
