Tapteng ,PRi.Com – Menanggapi pernyataan Gubsu Edy Rahmayadi yang disampaikannya  saat menerima audensi panitia Konferensi Wilayah XVII, GP Ansor Propinsi Sumatera Utara di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, Gubsu sempat menyebut GP.Ansor seperti  “pelacur ” yang menjual harga dirinya.

Terkait pernyataan itu, Keluarga besar GP.Ansor dan Barisan Serbaguna  (Banser ) NU  Kabupaten Tapanuli Tengah meminta Gubernur Sumut Edy Rahmayadi harus bertanggung jawab atas ucapannya yang dinilai bernuansa penghinaan yang menyudutkan GP.Ansor.

“Dan kita merasa prihatin jika seorang pemimpin setingkat Provinsi berbicara seperti itu,” Kata Ketua PC,Gerakan Pemuda Ansor Tapanuli Tengah Beib AH Manik,  didampingi Komandan Satkorcab Banser NU Tapteng Denny Sanjaya serta Zulham Pasaribu Wakasatkoorcab  Banser, kepada PRi.Com, Kamis (2/1-2020).

“Kami sangat prihatin dengan ucapan -ucapan yang bernuansa menghina seperti itu, untuk itu kami minta PP GP Ansor agar mengambil sikap tegas dengan melaporkannya ke Mabes Polri atas pernyataan Gubsu tersebut, proses hukum harus dijalankan ,” pinta petinggi Ansor Tapanuli Tengah ini.

Perlu diketahui, lanjut Zulham,  GP Ansor sangat banyak perannya dalam sejarah perjuangan bangsa dalam merebut Kemerdekaan RI .

Bahkan sejarah mencatatkan betapa banyak pengorbanan yang diberikan GP Ansor terhadap bangsa dan negara.

“Untuk itu, sikap tegas PP GP Ansor sangat diharapkan menindaklanjuti  permasalahan ini, karena ini menyangkut nama baik GP.Ansor,” pungkasnya. (Zurlang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *