Sidikalang, PRi.Com – Pemerintah Kabupaten Dairi melaksanakan silaturahmi akhir tahun dengan awak pers di Balai Budaya,Sidikalang, Jumat (27 Desember 2019).

Kegiatan yang dipandu Asisten Administrasi Umum Drs. Sudung Ujung dan dihadiri Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu. Turut hadir mendampingi Sekretaris Daerah Sebastianus Tinambunan, SH.,M.Pd, dan beberapa Kepala Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Dairi.

Diskusi tutup tahun ringan ini terasa akrab dan santai, Bupati Dairi menyampaikan harapannya kepada insan pers yang berada di Kabupaten Dairi agar media menjadi mitra “mata dan telinga” Pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan.

Ia menyebut, program dan aktivitas pembangunan yang tersebar di banyak dinas dari waktu ke waktu perlu dikawal impaknya agar dirasakan masyarakat. Masukan konstruktif sangat diperlukan sebagai bahan evaluasi.”

Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu sampaikan Refleksi Akhir Tahun 2019 kepada wartawan sebagai upaya menjaga hubungan kemitraan dengan pers.

“Sebagai mitra pemerintah perlu kolaborasi oleh media agar masyarakat menjadi tahu pembangunan yang telah dilakukan dan kami juga terbantu karena apa yang menjadi program pemerintah tersampaikan kepada masyarakat melalui publikasi yang diterbitkan oleh insan pers baik media cetak maupun online,”ujar Bupati.

Dalam temu pers tersebut, Bupati Dairi menyampaikan berbagai kegiatan dan program yang telah berjalan setelah pelantikan Bupati pada bulan April 2019 yang lalu. Beliau juga menyampaikan rencana kegiatan dan program di Tahun 2020.

Terungkap bahwa pada 8 bulan Pemerintahan, Pemkab Dairi memfokuskan kegiatan dengan merevisi Anggaran yang sudah disusun 2018 oleh Pemerintahan terdahulu untuk mengefektifkan program pembangunan, sehingga antara lain berhasil mewujudkan beberapa kegiatan kunci yang diharapkan masyarakat antara lain pembangunan perbaikan jalan sepanjang 23,64 km hotmix dan 41,52 km lapen; penambahan ruang guru sekolah, pembangunan ruang kelas baru SD dan SMP.

Terdapat 5 Perda yang penting dan dibutuhkan sebagai dasar pelaksanaan pemerintahan antara lain Reformasi Birokrasi yaitu Perda Restrukturisasi Organisasi Pemerintahan dengan melebur 5 dinas utk mencegah tumpang tindih pekerjaan, efisiensi anggaran dan peningkatan akuntabilitas pemerintahan yang akan mulai berlaku 1 Januari 2020, aturan daerah lain adalah Perda RPJMD sebagai dasar pembangunan jangka 5 tahun 2019 – 2024, dan

Perda APBD 2020 dengan total anggaran senilai 1,222 T diharapkan dapat merealisasikan rencana pembangunan dan perbaikan jalan sepanjang 18,55 KM hotmix dan 41,76 km lapen dan 3 unit jembatan; pembangunan ruang kelas baru beserta perabotnya, pengadaan peralatan laboratorium sekolah dan peralatan pendidikan.

Sementara itu, Asisten administrasi Umum Drs. Sudung Ujung mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. “Ini adalah sebagai sarana jajaran pemerintah Daerah bersilaturahmi dan berdiskusi dengan awak media,”

Usai menyampaikan paparannya dan diskusi tanya jawab, Pemkab Dairi menutup kegiatan silaturahmi dan temu pers dengan makan siang bersama.

Pada prinsipnya seluruh media mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Dairi karenanya berkomitmen utk menjadi mitra yang konstruktif demi mewujudkan Dairi Unggul.

Pelayanan publik anatara lain melalui penyelenggaraan PD Pasar dan RSUD banyak menjadi perhatian. Rekan-rekan media mengharapkan personil yang mumpuni dan melayani hendaknya ditempatkan di unit ini.

Bahkan statement yang keras disampaikan oleh Sutan Sihombing mewakili media, mengharapkan penempatan pejabat OPD di lingkungan Pemkab Dairi harus benar benar sumber daya manusia yang potensial.

Jabatan Sekretaris Daerah kiranya dijabat oleh yang benar mampu mendampingi dan menjaga keharmonisan pemerintahan selama minimal 5 (lima) tahun kepemimpinan Pemerintah.

Selanjutnya, Sutan meminta agar Pemerintah memonitor keberlangsungan program Kartu Tani.

Sementara itu Robinson Simbolon, dari JPKP, menyampaikan beberapa masukan bahwa Revolusi Mental aparatur pemerintah perlu dilakukan untuk menghasilkan pelayanan yang baik.

Dia juga menyoroti penggunaan Dana Desa oleh 161 Desa se Kabupaten Dairi agar diawasi juga oleh Pemerintah Daerah. Diharapkan keterbukaan Kepala Desa dalam penggunaan anggaran desa kepada publik mutlak diperlukan.

Nurlela Br. Simbolon, Wartawan harian Mimbar Umum juga memberikan masukannya.

Selanjutnya Wartawan harian Medan Pos Jonner Nainggolan menyampaikan saran penanganan Pasar Sidikalang dan pembenahan sarana peralatan dan Sumber Daya Manusia atau tenaga medis khusus masalah persalinan di RSUD Sidikalang.

Dibagian lain, Koting Tumanggor, dari media Monitor dan Media menyampaikan pengalamannya dalam berhubungan dengan Kepala OPD di Kabupaten Dairi. Lalu mengusulkan supaya pertemuan dengan Pers dilakukan setidaknya sekali dalam enam bulan untuk menyamakan persepsi jurnalis dengan Pemerintah sehingga dikatakan bersinergi.

Bupati Dairi, DR. Eddy Keleng Ate Berutu, menyambut baik semua masukkan dari para jurnalis.

Eddy Berutu menyampaikan bahwa memberi pelayanan yang lebih baik kepada Masyarakat merupakan tekad Pemerintah.

Terkait Direksi PD Pasar, Eddy Berutu menyampaikan bahwa rekrutmen Direksi PD. Pasar diupayakan akan menjawab permasalahan yang ada saat ini.

Bupati Dairi Edy K.Berutu bersama insan Pers akrab berfoto bersama usai acara pokok temu ramah bersama insan Pers.dari berbagai media yang bermitra di kabupaten Dairi.

Ia menyebut, proses pengisian jabatan jajaran Direksi dan Badan Pengawas pada PD. Pasar tentu tidak bisa menyenangkan semua pihak namun akan dilakukan secara profesional dan berjenjang oleh tim seleksi yang telah ditunjuk.

Selanjutnya, Bupati Dairi menyampaikan, tahun 2020 akan mencoba kerjasama dengan Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik dan kalangan Kementerian Keuangan di daerah ini untuk secara berkala menggelar pertemuan dengan pihak media jurnalis dalam menyampaikan berbagai program dan kegiatan yang digelar secara rutin.

Terkait kualitas SDM yang ada saat ini, Bupati Dairi menyampaikan, tahun 2020 meningkatkan dan Pelatihan aparatur dalam berbagai sektor. Sehingga, mampu menjawab tantangan pekerjaan dan kebutuhan tenaga terampil dan terlatih dalam aspek yang menjadi perhatian pelayanan publik. (Nur Elya Capah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *