
Samosir. PRi.Com – Menara Pandang Tele di Kabupaten Samosir dipadati pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah, seiring masih berlangsungnya libur nasional awal tahun. Pantauan jurnalis di lokasi menunjukkan arus pengunjung terus meningkat sejak pagi hingga siang hari.
Petugas jaga pintu masuk Menara Pandang Tele, Priska, menjelaskan bahwa pengelola menerapkan sejumlah ketentuan guna menjaga ketertiban, kebersihan, serta keselamatan pengunjung. Salah satu kebijakan yang diberlakukan adalah pembatasan jumlah pengunjung yang berada di area jembatan pandang.
“Setiap sesi dibatasi maksimal 200 orang dengan durasi kunjungan sekitar 15 hingga 20 menit. Pengaturan ini dilakukan untuk menghindari kepadatan berlebih dan meminimalkan risiko kecelakaan,” ujar Priska kepada wartawan.
Selain pembatasan jumlah, pengelola juga melarang pengunjung membawa makanan dan botol minuman ke area jembatan pandang. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga kebersihan kawasan wisata yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Samosir.
Larangan merokok juga diberlakukan secara tegas di sepanjang jembatan Menara Pandang Tele. Menurut Priska, langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan terhadap potensi kebakaran lahan dan hutan di sekitar kawasan perbukitan Tele.
Priska memperkirakan jumlah pengunjung masih akan terus meningkat hingga Minggu malam, seiring belum berakhirnya masa libur. Oleh karena itu, pengelola mengimbau pengunjung untuk tetap berhati-hati dan waspada, khususnya saat berkendara menuju lokasi wisata.
“Jalan menuju Menara Pandang Tele cukup sempit dan tidak memiliki jalur alternatif. Kami mengimbau pengunjung untuk berkendara dengan tertib, menghindari kemacetan, serta mengutamakan keselamatan,” katanya.
Ia menambahkan, kepuasan dan kenyamanan pengunjung menjadi kebanggaan pengelola. Namun hal tersebut hanya dapat terwujud dengan dukungan semua pihak dalam menjaga ketertiban dan keselamatan bersama.
“Mari sama-sama menjaga keselamatan dan kenyamanan agar wisata Tele tetap aman dan nyaman bagi semua,” tutup Priska. ( Hots/dns)