Akhirnya rasa suka dan senyuman dari warga kembali menghiasi pertemuan dengan pemimpin,Camat dan para kepala desa dengan masyarakatnya,dilokasi masing masing desa kecamatan Barus.Ucapan terimakasih datang dari ketulusan dan kemurnian hati warga terhadap pemimpinnya.Karena dalam pasca bencana banjir ini,berbagai masalah telah terurai dengan baik.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras dari kepala desa dan Camat Barus setiap harinya selalu mendengar keluhan keluhan dari masyarakat tentang apa yang paling urgent dilakukan dalam mengatasi kesulitan akibat banjir bandang.Hal terpenting adalah pemberian bantuan sembako dan pendirian dapur umum untuk menyiapkan makanan terhadap korban banjir yang belum bisa memasak dirumah atau karena tidak ada lagi yang dimasak.

Tidak lama masa sulit itu bisa diatasi,walau masih 90 persen,begitu hitungan dari Camat Barus,silahkan tidak sepakat.Sebab bantuan kemanusian sudah banyak berdatangan guna meringankan beban korban bencana banjir.Banyak bantuan yang datang ke Barus,dapur umum dari kemensos,dari bpbd provinsi dan kementerian kehutanan.Total bantuan yang sudah tersalur di Barus sebanyak 32 ton beras,telor mie instan,air mineral,pakaian,roti,serden dan makanan ringan lainnya.

Bantuan ini tentunya dari banyak pihak,dari NGO, organisasi kemasyarakatan ,partai politik dan perorangan.Sebahagian bantuan itu langsung diberikan kepada masyarakat oleh para donatur dan relawan.Sebahagian bantuan diserahkan dulu ke kantor kecamatan dan selanjutnya didistribusikan melalui kepala desa dan aparatnya.

Pemberian bantuan ini berlangsung lancar dan terselesaikan walau masih ada segelintir orang yang belum bisa menerima dengan baik, atas tekhnik pembagian yang dilakukan.Begitupun hal tersebut tidak membuat perpecahan dan perkelahian ditengah desa.Masyarakat telah bisa bersabar,ikhlas dan percaya kepada pemimpinnya.Bahwa yang dilakukan pemimpinnya saat ini untuk kebangkitan masyarakat Tapanuli Tengah.

Dalam pemulihan bencana,korban banjir melaksanakan perbaikan dan pembersihan rumah secara mandiri.Semangat gotong royong masih hadir. Cerminan kasih sayang dan kebersamaan warga didesa masih terjaga sebagai kearipan lokal.Namun untuk hal yang berat berat,seperti perbaikan tanggul aek sirahar,perbaikan jalan tertimbun lumpur setinggi 50 cm s/d 1 meter tak dapat dituntaskan oleh warga.Perlu bantuan alat berat dari pemerintah.

Ini telah disikapi dengan baik oleh pemerintah kabupaten Tapanuli Tengah dengan mendatangkan tiga eskavator yang bekerja di desa Ujung Batu,kelurahan Padang Masiang,desa Bunga Tanjung dan Kinali.Seterusnya perbaikan irigasi Sitangkurak yang mengairi 2005 ha persawahan.

Camat Barus ,Sanggam Panggabean S.Sos menjelaskan kepada Pri.Com. bahwa beberapa titik yang sudah selesai diperbaiki yakni, tanggul penahan banjir desa Bunga Tanjung dan Ujung Batu sepanjang 300 meter.Perbaikan jalan di Ujung Batu menuju desa Kinali.Jalan desa simpang tiga menuju tempat pelelangan ikan yang terputus telah diselesaikan .

Jalan yang sudah diperbaiki membuat aktivitas masyarakat lancar.Untuk kecamatan Barus semua desa sudah saling terhubung.Masyarakat sudah bisa bekerja kembali,menjalani hidup seperti biasanya.Rasa was was adanya banjir susulan sedikit terjawab dengan telah diperbaikinya tanggul tanggul aek sirahar yang jebol.

Beberapa kepala desa,seperti Kinali,,Bunga Tanjung dan Pasar Terandam,melalui Camat Barus mengucapkan terimakasih kepada Bupati Tapanuli Tengah,Masinton Pasaribu dan Mahmud Efendi atas petunjuk dan arahannya dalam penanganan bencana di Barus.Sehingga bisa terselesaikan dengan baik oleh Camat Barus,bekerjasama dengan kepala desa,aparat desa dan warga dan para relawan.

Sekarang masyarakat korban banjir menunggu kepastian dari pemerintah adanya bantuan perbaikan rumah yang rusak ringan dan sedang.Adanya rumah pengganti bagi warga yang rumahnya hilang,hanyut diseret banjir.

Menjawab hal ini,Sanggam Panggabean kembali menjelaskan,bahwa di Barus durencakan akan dibangun “Huntara” (hunian sementara) di desa Ujung Batu dan kelurahan Pasar Batu Gerigis.

Masyarakat masih bersabar menunggu kepastian dari pemerintah.Semoga bantuan itu segera terealisasi dan dijalankan dengan baik.
Semoga tidak menjadi permasalah baru akibat tudak validnya data,adanya pilih kasih dan salah input data.

Kesalahan administrasi terkecil sekalipun jika itu menyangkut hajat hidup orang miskin dan korban bencana banjir bandang,akan menimbulkan kecurigaan ketidakpercayaan terhadap pemerintahan.

Tim dari kabupaten telah turun kedesa yang mengalami bencana banjir.Mendata kembali sebagai verifikasi dari laporan dari kepala desa.
Pemerintah kabupaten tapanuli memastikan tidak ada data yang fiktif atau tidak memenuhi kriteria untuk dibayarkan bantuannya oleh pemerintah.Jika ada yang tercecer,pemerintah selalu terbuka menerima masukan dari warga dan keoala desa dan pemerintah kecamatan Barus.

“Mari bekerja dengan niat baik,semangat keterbukaan,gotong royong,menjunjung moral dan kearipan lokal untuk menumbuhkan rasa keadilan untuk semua.Tapanuli Tengah bangkit!”,pungkas H.Sanggam Panggabean S.Sos.(NF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *