
Samosir, PRi.com — Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatra Utara, mengalami penurunan pada Rabu (21/1/2026). Penurunan paling signifikan terjadi pada komoditas hortikultura, khususnya cabai, sementara harga pangan strategis relatif stabil dan masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Sekretaris Perdagangan Kabupaten Samosir, Perdinan Sitanggang, mengatakan pemantauan harga dilakukan secara rutin terhadap 35 komoditas dan dilaporkan ke Kementerian Perdagangan RI. Pemantauan hari ini dibandingkan dengan data harga pada Rabu, 7 Januari 2026.
“Terjadi penurunan harga pada komoditas hortikultura. Namun, untuk komoditas pangan, harga tidak mengalami penurunan dan masih berada dalam batas HET,” ujar Perdinan saat ditemui di pusat Pasar Pangururan.
Penurunan paling tajam tercatat pada cabai rawit hijau, dari Rp75.000 per kilogram pada awal Januari menjadi Rp45.000 per kilogram. Cabai merah keriting juga turun dari Rp28.000 menjadi Rp20.000 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah lokal mengalami koreksi dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Perdinan menjelaskan, dari total 35 komoditas yang dipantau, hanya 11 komoditas yang telah ditetapkan HET oleh pemerintah. Komoditas tersebut meliputi telur ayam ras (Rp30.000 per kilogram), minyak goreng rakyat merek Kita (Rp15.700 per liter), jagung pipil kering (Rp5.700 per kilogram), gula pasir (Rp17.000 per kilogram), daging sapi murni (Rp140.000 per kilogram), dan daging ayam broiler (Rp40.000 per kilogram).
Selain itu, HET juga berlaku untuk cabai rawit hijau sebesar Rp57.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp55.000 per kilogram, beras premium Rp15.450 per kilogram, beras medium Rp14.000 per kilogram, serta bawang merah lokal Rp41.500 per kilogram.
Di tingkat pedagang, penurunan harga belum diikuti peningkatan volume transaksi. Helena Hutapea, pedagang di Pasar Pangururan, mengaku penjualan hari ini cenderung menurun dibandingkan pekan sebelumnya.
“Pembeli berkurang. Kemungkinan karena hasil ladang petani belum ada, sementara harga pasaran juga turun,” kata Helena.
Ia menyebutkan sebagian besar barang dagangannya dipasok dari petani lokal Samosir. Untuk harga eceran hari ini, cabai merah keriting dijual Rp20.000 per kilogram, cabai rawit Rp40.000 per kilogram, tomat Rp5.000 per kilogram, dan andaliman Rp150.000 per kilogram.
Pemerintah Kabupaten Samosir memastikan akan terus memantau pergerakan harga dan ketersediaan pasokan di pasar tradisional guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. ( Dns/hots)