Belawan, PRESTASIREFORMASI.Com — Memutus mata rantai aksi tawuran di Kecamatan Medan Belawan terkesan bagai “menghesta” kain sarung, berputar-putar namun tak mendapat tepi. Hening sesaat, kemudian kambuh lagi.
Tawuran kalangan remaja di kawasan Kota Pelabuhan Laut Medan ini berlangsung sudah tiga sawarsa lebih sejak tahun 90-an hingga sekarang.
Tak perduli walau pandemi covid-19 suatu saat akan menyergap, meluluh-lantakkan dan mengehentikan langkah mereka. Tawuran tetaplah tawuran, walau korban jiwa akibat tawuran sudah menjadi catatan buruk.
Berbagai upaya untuk mengakhiri saling adu kekuatan yang tak menguntungkan antar petawur usia muda ini dilakukan sudah oleh elemen masyarakat di situ.
Tokoh masayarakat, tokoh agama, tokoh pemuda bersama unsur pejabat Muspika plus telah duduk bersama bagi mencarikan solusi agar tawuran dapat diredam dan terulang lagi.
Guna mencapai goal impian agar tawuran dapat diakhiri secara kesepakatan bersama, tak sedikit sapi, kambing , ayam dan angsa disembelih untuk perlengkapan makan besar dalam acara kenduri, namun problemanya tak kunjung usai. Tawuran tetaplah mereka jadikan sebagai sesuatu untuk pemuas nafsu.
Maghrib Mengaji
Kendati kalangan orang tua petawur sudah cukup lelah, bahkan ada yang stres untuk bisa mengatasi keterlibatan anaknya, namun upaya tidak harus terhenti sampai di sini.
Camat Medan Belawan Subhan Harahap mengharapkan agar kalangan orang tua harus senantiasa memperhatikan dan mengontrol pergerakan dan pergaulan anak.
Bangun komunikasi dengan memberikan edukasi yang bersifat membangun serta cerita bahaya muncul dari akibat tawuran maupun bentuk penyakit masyarakat lainnya seperti bahaya narkoba, judi dan pergaulan bebas.
“Dorong semangat anak kita untuk terus belajar. Apalagi pada situasi pandemi covid- 19 ini mari jadikan program Maghrib Mengaji sebagai solusi untuk menekan tawuran. Kalau mereka aktif mengaji, dengan sendirinya mereka tidak akan keluyuran malam di luaran”.
Imbauan Camat Medan Belawan ini disampaikan oleh sekcam Medan Belawan Robby dalam kesempatan acara silaturrahim masyarakat pelayan jasa, di Aula kantor Camat Medan Belawan, Senin (13/9) petang.
Dalam kesempatan silaturrahim kalangan guru maghrib mengaji (GMM), nadzir masdjid/ mushalla, bilal jenajah, dan penggali kubur itu berlangsung perkenalan pejabat baru Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Dr. Fauzan.
Seiring harapan maghrib mengaji dapat menekan aksi tawuran, Camat Medan Belawan Subhan Harahap juga sangat menginginkan santri/santriwati dari Belawan suaru hari nanti menjadi juara MTQ, ujar Robby. Sekcam kelahiran Kota Belawan ini dido’akan hadirin ke depannya menjadi Camat Medan Belawan. (masri tanjung).
