Tanah milik Mahadi Bancin yang diserobot Kades Lae Ikan Herianto Solin dan dijadikan untuk membangun sarana MCK menggunakan dana desa 2020.

Subulussalam, PRESTASIREFORMASI.Com – Kasus Kepala Kampong atau Kepala Desa (Kades) Lae Ikan, Kota Subulussalam provinsi Aceh yang membangun sarana mandi, cuci dan kakus (MCK) di tanah warga Kota Subulussalam Mahadi Bancin malah berbuntut panjang.

Setelah pembangunan MCK yang bermasalah itu mencuat ke permukaan dan diekspos di media online PRESTASIREFORMASI.Com, berdampak pada penggantian Nurfazar sebagai Ketua BPK Kampong Lae Ikan pada Rabu (26/5/2021).

Dalam berita yang lalu, terungkap pemilik sebidang tanah Mahadi Bancin menuding Herianto Solin, Kepala Kampung Lae Ikan kecamatan Penanggalan Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, telah menyerobot tanah miliknya untuk pembangunan MCK (Mandi-Cuci-Kakus) menggunakan Anggaran Desa Tahun 2020.

Adanya penyimpangan dalam pembangunan MCK di tanah milik Mahadi Bancin tersebut sudah diketahui Camat Camat Penanggalan Hotma Capah dan meminta menghubungi Inspektorat.

BERITA TERKAIT:

Mahadi pemilik tanah saat menemui Dinas Inspetorat Kota Subulussalam yang diterima Kadis Sarifudin Sinaga, menjelaskan, “Memang kami sudah bentuk tim turun ke lokasi berdasarkan aduan masarakat Lae Ikan.”

Bahkan Mahadi pun menemui Wali Kota Subulussalam Alfian Afan Bintang mengadukan penyerobotan tanah miliknya. Wali Kota waktu itu menginstruksikan kepada bawahannya, “Tolong Surat Bapak Ini buat secara tertulis kepada saya agar menegur Camat dan Kepala Kampung!”

Namun karena belum juga ada sanksi atau tegoran keras dari Camat maupun inspektorat kepada Kepala Kampong Lae Ikan Herianto Solin, membuat Mahadi Bancin terusik sehingga berencana untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum

Ironisnya, persoalan Kepala Kampong yang menyerobot tanah tidak tuntas, malahKetua BPK Lae Ikan Nurfazar diberhentikan dan digantikan orang lain.

Saat ditemui wartawanm media ini, Nurfazar menjelasankan bahwa dirinya diberhentikan sebagai Ketua BPK Kampong Lae Ikan dan digantikan Sehan Solin, abang kandung Kepala Desa Herianto Solin.

Informasi mengenai Sehan Solin adalah bekerja di Dinas Perhubunan Kota Subulussalam, sehingga dengan rangkap menjabat sebagai Ketua BPK Lae Ikan, disebut-sebut agar mulus meneanangani administrasi Kampong Lae Ikan.

“Kami duga pengangkatan Sehan Solin untuk menutupi kesalahan yang dilakukan Kades,” ungkap sejumlah warga. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *