Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (independen)

AS,PRESTASIREFORMASI.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjawab keinginan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, yang memintanya agar bertemu kembali dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Sebab selama ini persoalan perundingan senjata nuklir masih menemui jalan buntu.

Trump menjelaskan dalam sebuah wawancara pekan lalu bahwa dia tertarik pada pertemuan puncak dengan Kim Jong Un. Sinyal tersebut disampaikan Trump meski belum dipastikan kapan waktunya.

“Memang, perkembangan selama beberapa minggu terakhir tampaknya menunjukkan bahwa situasi ini sedang menuju ke arah babak baru,” kata Trump seperti dilansir dari NK News, Rabu (15/7).

Sementara niat Amerika untuk bertemu dengan Korea Utara keras dan jelas, Presiden Korsel Moon Jae-in juga memegang aspirasi yang sama.

Presiden Moon dan Trump sedang membangun hubungan diplomatik. Mereka berdua ingin meningkatkan kesepakatan dan negosiasi serta langkah besar menuju denuklirisasi Korea Utara. Tentu saja, niat tidak harus diterjemahkan menjadi kenyataan. Sebab Korea Utara belum menunjukkan respons yang besar.

Trump memberi sinyal tersebut pada 9 Juli, sehari setelah menyatakan keinginannya untuk mengadakan pertemuan puncak dengan Kim Jong Un. Namun ternyata adik kandung Kim Jong Un, Kim Yo Jong mengambil alih jawaban. Dia mengatakan dalam pendapat pribadinya bahwa pertemuan rasanya tak akan terjadi tahun ini.

“Saya ragu bahwa pembicaraan puncak Korea Utara dan AS akan terjadi tahun ini,” ujar Kim Yo Jong

Namun menurutnya, dapat dipertimbangkan kembali jika Amerika menunjukkan komitmen bahwa mereka akan melunakkan posisi pada sanksi dan beberapa masalah utama lainnya. Korsel sedang menikmati posisi negosiasi yang kuat. Pyongyang merasa bahwa baik Seoul dan Washington menginginkan pertemuan puncak karena ada pertimbangan politik domestik.

Ini berarti bahwa Korea Utara dapat melakukan tawar-menawar yang sulit tentang apa yang akan didapatnya dengan memberikan hadiah politik kepada Presiden Trump dan Moon. Sebelumnya, Moon meminta agar Trump dan Kim Jong Un bertemu kembali. Menurutnya dialog bahkan harus dipercepat sebelum Pemilu AS.

“Saya percaya ada kebutuhan bagi Korea Utara dan Amerika Serikat untuk mencoba dialog sekali lagi sebelum pemilihan presiden AS,” kata seorang pejabat presiden mengutip Moon seperti dilansir dari New York Post.

“Masalah program nuklir dan sanksi pada akhirnya harus diselesaikan melalui perundingan Korea Utara-AS,” tambahnya.

Terakhir kali, Trump dan Kim Jong-un berbicara sebelum pertemuan di Zona Demiliterisasi pada 30 Juni 2019. Trump dan Kim bertemu untuk pertama kalinya pada 2018 di Singapura dan kedua pemimpin menandatangani perjanjian. Mereka berjanji bahwa Pyongyang akan menyerahkan senjata nuklirnya.

KTT kedua mereka di awal 2019 di Vietnam terputus. Trump dan Kim bertemu lagi pada Juni tahun itu di zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea dan sepakat untuk memulai kembali perundingan. Namun, pembicaraan antara kedua pihak terhenti pada Oktober 2019. (h/jpc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *