Sergai, PRESTASIREFORMASI.COM – Bupati Sergai Ir H Soekirman serahkan Kartu Tani bagi Petani di Kabupaten Sergai, di aula Dinas Pertanian Kab Sergai, Selasa (2/6).

Kegiatan itu dihadiri juga Kadis Pertanian Radianto ,SP,MMA, PPL,Gapoktan , Poktan ,Petani Penerima Kartu Tani , Pimpinan BNI Cabang Tebing Tinggi Maralun  Sitompul ,SE dan para Penyuluh Pertanian.

Kadis Pertanian Radianto Panjis, SP, MMA, mengungkapkan Kartu Tani yang diserahkan pada tahap pertama ini berjumlah 5.813 kartu yang dialokasikan untuk 11 Kecamatan yaitu Kecamatan Sei Rampah, Pegajahan, Tebing Tinggi, Tebing Syahbandar, Perbaungan, Tanjung Beringin, Bintang Bayu, Sei Bamban, Teluk Mengkudu, Dolok Masihul dan Pantai Cermin.

Selanjutnya untuk 6 Kecamatan lagi akan menyusul pada penyerahan kartu Tani tahap kedua.

Ia menyebut, Kartu Tani ini memiliki beragam manfaat antara lain dapat digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi, menjual hasil panen tanpa perantara, kemudahan mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR), kemudahan mendapatkan bantuan sosial dan bantuan bersubsidi, serta dapat digunakan sebagai tabungan.

Pimpinan BNI Cabang Tebing Tinggi, Maralun Sitompul, SE dalam kata sambutannya, menyebut untuk penyaluran Kartu Tani oleh Kementerian Pertanian dipercayakan kepada PT Bank BNI (Persero) untuk 5.813 petani di Sergai pada tahap pertama tahun ini.

Selanjutnya bagi para penerima kartu tani dalam bentuk ATM ini dapat menggunakannya untuk belanja pupuk, pestisida dan lainnya sesuai ketentuan di e-Warung bekerjasama dengan BNI yang ada di desa-desa. 

Bupati Sergai Ir H Soekirman, dalam kata sambutannya menyebut :saat ini kita memasuki suasana new normal yang mengatur orang kembali melaksanakan kegiatan seperti biasa namun dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19.

Apresiasi dan ucapan terimakasih kepada PT. Bank BNI dengan Kartu Tani dan e-Warung sebagai sebuah terobosan ekonomi yang sangat baik sejalan dengan visi Kabupaten Sergai yang Unggul, Inovatif dan Berkelanjutan.

Kartu Tani dalam bentuk ATM ini adalah termasuk uang elektronik atau e-money, yang dalam hal ini dapat menghindarkan kita dari peredaran uang fisik yang rentan dapat membawa virus Covid-19.

“Dalam mendukung pembangunan daerah, kita memiliki slogan Pataya (Pangan, Pariwisata, dan Budaya). Kenapa pangan, sebab dalam suasana pandemi seperti ini, makanan sebagai sumber kehidupan adalah hal yang tidak boleh berhenti adanya stok pangan bagi manusia,” ujar Soekirman.

Ia menambahkan, kemudian Pariwisata yang sangat penting bagi pemasukan daerah sejalan dengan dekatnya jarak tempuh antara Medan-Sergai melalui jalan tol. 

“Kebijakan negara melalui Kostra Tani mengatur sistem komando garis yang sejalan dengan Kelembagaannya yang ada sampai tingkat desa yang menciptakan kebersamaan melalui Kostra Tani tersebut. Dengan masih baiknya sisi pertanian, pariwisata dan budaya, kita optimis Indonesia tetap survive meski di tengah Pandemi Covid-19 yang sedang melanda seluruh bangsa didunia,” ujar Soekirman. 

Ia menyebut, dalam pertanian juga  ada politik yang harus kita masuki sebagai masyarakat petani dan penyuluh yaitu Politik Pertanian. Sebab dalam Politik Pertanian tersebut yang pertama kita harus berfikir untuk surplus, kita bertani adalah untuk mencapai hasil yang lebih banyak dari sebelumnya. Yang kedua adalah Swasembada, dan yang ketiga adalah sejahtera. 

Menurut Bupati Sergai, selanjutnya budaya adalah budaya tani yang tidak dapat kita lepaskan dari kehidupan manusia yang membutuhkan sumber bahan pangan melalui pertanian antara lain budaya organik.Dalam pertanian yang baik, jangan dilupakan tiga hal yaitu kebijakan, kelembagaan dan kebersamaan.

“Untuk apa surplus dan swasembada jika tidak sejahtera. Jadi politik pertanian itu bertujuan menciptakan petani yang sejahtera, penyuluh sejahtera dan pemerintah yang sejahtera,”./ Pungkas Bupati Sergai ini.(RS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *