Kadis Sosial Tapteng: “Raskin Lalu Rastra, Kini Jadi BPNT”

Tapteng, PRi.Com– Kepala Dinas Sosial Tapanuli Tengah Parulian Sojuangon Panggabean mengatakan, bantuan pangan dan sosial yang bersifat non tunai dengan menggunakan sistem perbankan, merupakan program yang bertransformasi dari namanya Raskin dan Rastra kini menjadi Bantuan Pangan Non Tunai  (BPNT ).

“Kini BNPT berbentuk E-Kartu senilai kuota Rp 110.000,- per KK penerima manfaat,” kata Parulian di Pandan Rabu, 27/11-2019.

“Keluarga Penerima Manfaat  (KPM ) yang menerima E-Kartu di  Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 21.238 tersebar di 20 kecamatan, setiap penerima E-Kartu dapat digunakan untuk membeli beras sebanyak 7 kg dan telur 20 butir di E-Warung yang sudah dibentuk oleh BRI sebanyak 117 outlet E-Warung di 20 kecamatan se Kab.Tapanuli Tengah”, Jelas Kadis Sosial itu.

Selanjutnya Kadis Sosial itu merinci jumlah bantuan yang diberikan melalui rekening BRI berupa pemberian Kartu Keluarga Sejantera (KKS) penerima BPNT kepada penerima manfaat sebanyak 21.238 KPM , Santunan Kematian  (Sakem ) kepada ahli waris sebanyak 200 orang sebesar Rp 1.000.000 di tahun 2019, penyandang disabilitas kepada 65 orang sebesar Rp 3.600.000 per orang.

Kemudian pemberian bansos bagi Anak Jalanan  (Anjal ) sebanyak 339 anak masing-masing menerima Rp 1.000.000 melalui BRI yang dibina oleh 3 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak  (LAKSA ), serta korban bencana alam dan korban sosial tahun 2019 kepada 63 orang penerima melalui rekening Bank Sumut Pandan dengan jumlah anggaran sebesar Rp 319.000.000, papar Parulian Sojuangon Panggabean, (Zurlang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: