Catatann ringan Nahar Frusta

Ketika ilmuwan menolak untuk menjadi bagian dari pemerintah Sang Raja, diangkat menjadi menteri atau jabatan strategis apapun yang memang sesuai dengan kapasitas dan disiplin ilmunya. Akademisi ini menolak dengan alasan bahwa telah kalah dan menjadi rival dari Sang pemenang pada pilpres 2024.
Sang Professor mempersilahkan Prabowo memilih orang orang yang duduk dikabinetnya adalah orang orang yang ” berkeringat” untuk keberhasilan Sang Raja menjadi presiden republik indonesia. Memilih orang yang benar benar dekat dengannya, berjuang dengannya lewat berbagai langkah dan siasat mencapai tujuan.
Jabatan mentreng telahpun dicapai dan dinikmati Mahmud MD..Anggota DPRI, Menteri Pertahanan, Ketua Mahkamah Konsitusi dan Menkopolhukam. Yang gagal terakhir ini menjadi wakil presiden. Apakah kegagalan ini membuatnya menjadi enggan dibawah komando Prabowo Subianto. Atau ada keterlanjuran, berbeda pendapat dan pandangan yang jauh dalam visi misi untuk mengurusi negara ini.
Sejatinya memang jika kalah mengakui kekalahan dan mengambil posisi sebagai penyeimbang, sebagai pemerhati dengan memberikan kritikan, selanjutnya memberikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang cukup mengganggu kesejahteraan rakyat.
Mahasiswa dan rakyat yang bergejolak menuntut perhatiaan dari pemerintahan untuk mengambil keputusan, kebijakan yang berpihak untuk kesejahteraan, keamanan dan kemakmuran rakyat indonesia. Berpihak kepada rakyat adalah tuntunan dari konstitusi dan kewajiban bagi pemerintah untuk melaksanakan.
Seorang Mahmud MD pastilah punya pertimbangan matang dalam penentuan sikap, apalagi beliau adalah seorang mantan hakim yang setiap mengambil keputusan pada pilihan keadilan yang sesungguhnya. Adil sesuai hukum dan perundangan dan adil dilam pandangan, nilai nilai budaya dan kearifan masyarakat dan dipertanggungjawabkan kepada rakyat indonesia dan Tuhan Yang Maha Esa.
Banyak yang berharap kepada Mahmud MD bersedia bergabung dengan Prabowo dalam menyelesaikan permasalahan bangsa,begitu pula banyak yang tidak setuju Mahmud bergabung dengan menilai sepak terjangnya pada pemerintahan sebelumnya.Dimana beliau punya jabatan mentreng dan strategis di tanah air tercinta ini.
Kesimpulannya apakah setiap kontestasi akan menghasilkan pembelahan ditengah masyarakat. Sehingga yang kalah akan tersingkirkan dari pemerintahan sang pemenang, sang penguasa. Walaupun punya kapasitas dan integritas tinggi sebagai pengabdian untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat.
Andaipun sang pemenang bisa menerima kehadiran Mahmud MD memberikan sumbangsih yang signifikan untuk membantu dan memajukan pemerintahan Prabowo dalam mencapai kesejahteraan negeri ini, barisan pendukung pemenang dipastikan “tidak setuju” karena mengganggu eksistensi mereka dipemerintahan dan mengurangi jatah tim untuk duduk ditempat yang basah dan strategis.Begitu sulitkah untuk mengabdi dinegeri ini?(***)