
Editorial Redaksi – Mimbar Iman Kristen
Oleh: Hotman Siagian
Di tengah kehidupan modern yang penuh ambisi, manusia sering kali mengukur kebahagiaan dari hal-hal besar: kekayaan, jabatan, kekuasaan, dan pengakuan dari banyak orang. Seolah-olah hidup hanya berarti ketika seseorang memiliki lebih banyak dari orang lain.
Namun dalam keheningan kehidupan sehari-hari, ada kenyataan sederhana yang sering luput dari perhatian: banyak orang sebenarnya sedang menikmati berkat Tuhan yang besar, tetapi tidak menyadarinya.
Seseorang yang masih dapat makan tanpa rasa sakit, minum tanpa keluhan, tidur dengan tenang, bangun dengan tubuh yang masih kuat, dan tubuhnya masih mampu bekerja dengan baik—sesungguhnya sedang menikmati salah satu anugerah terbesar dari Tuhan.
Tubuh manusia yang mampu mencerna makanan, mengalirkan darah, memberi tenaga, dan membuang sisa-sisa kehidupan tanpa penderitaan adalah karunia yang sering dianggap biasa. Padahal bagi mereka yang sedang bergumul dengan sakit, hal-hal sederhana itu adalah nikmat yang sangat mahal.
Sering kali manusia baru menyadari nilai kesehatan ketika tubuh mulai melemah. Ketika makan tidak lagi terasa nikmat, ketika malam tidak lagi memberi tidur yang tenang, dan ketika aktivitas sederhana menjadi perjuangan yang berat. Di saat itulah manusia mulai memahami bahwa kesehatan adalah salah satu kekayaan terbesar yang pernah dimilikinya.
Alkitab mengingatkan umat percaya agar hidup dengan hati yang penuh syukur. Firman Tuhan berkata:
“Bersyukurlah dalam segala hal; sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.â€
— 1 Tesalonika 5:18
Dan juga ditegaskan:
“Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada.â€
— Kisah Para Rasul 17:28
Melalui firman ini, mimbar iman mengingatkan bahwa kehidupan manusia sepenuhnya berada dalam pemeliharaan Tuhan. Setiap nafas yang dihirup, setiap langkah yang diambil, dan setiap fungsi tubuh yang masih berjalan dengan baik adalah bagian dari anugerah-Nya.
Karena itu, sebelum manusia terlalu sibuk mengeluh tentang hidupnya, ada baiknya ia berhenti sejenak dan melihat ke dalam dirinya sendiri. Jika hari ini ia masih dapat makan, minum, tidur dengan tenang, dan bangun dengan kekuatan yang baru, maka sebenarnya ia sedang menikmati karunia Tuhan yang sangat besar.
Editorial ini ingin mengajak setiap orang percaya untuk kembali belajar bersyukur atas hal-hal sederhana yang menopang kehidupan sehari-hari. Sebab sering kali manusia tidak kehilangan hidupnya lebih dahulu—Tuhan hanya mengingatkan manusia melalui berkurangnya nikmat agar ia kembali menyadari arti berkat yang sesungguhnya.
Hidup yang sederhana namun sehat adalah karunia yang tidak ternilai. Dan selama Tuhan masih memberikan kesempatan itu, sudah sepatutnya manusia menjalaninya dengan hati yang penuh syukur dan iman. 🌿