
Samosir. PRi. Com — Pertemuan silaturahmi antara Kapolres dan insan pers menjadi momentum dialog terbuka mengenai kondisi riil keamanan dan pelayanan kepolisian di Kabupaten Samosir. Dalam kegiatan tersebut, Rina Sry Nirwana Tarigan menyampaikan sejumlah persoalan strategis sekaligus arah kebijakan kerja Polres Samosir ke depan.
Kapolres menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak bisa dilakukan kepolisian sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat termasuk media.
“Peran media sangat penting untuk membantu menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Keamanan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Kekurangan Personel Jadi Tantangan
Dalam forum tersebut Kapolres secara terbuka mengakui keterbatasan personel, khususnya di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang membutuhkan tambahan polisi wanita (Polwan). Kondisi ini menjadi perhatian karena pelayanan kasus perempuan dan anak membutuhkan pendekatan yang lebih sensitif.
“Kita masih kekurangan personel, terutama Polwan di unit PPA. Ini menjadi tantangan yang harus kita atasi secara bertahap,” jelasnya.
Penerapan KUHP Baru dan Pendekatan Restoratif
Terkait penerapan KUHP baru, Kapolres menjelaskan bahwa jajaran Polres Samosir telah menerima arahan sejak 2 Januari 2026 dan mulai menyesuaikan dengan ketentuan hukum terbaru. Pemerintah juga telah menerbitkan peraturan pendukung sebagai mekanisme pengawasan pelaksanaan KUHP.
Menurutnya, semangat KUHP baru adalah menghadirkan keadilan yang tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga pemulihan hubungan sosial melalui pendekatan restorative justice dengan melibatkan masyarakat.
“Tujuan utama hukum adalah menjaga ketertiban dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat,” katanya.
Rencana Pembentukan Badan Narkotika Kabupaten
Kapolres juga mengungkapkan rencana pembentukan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) sebagai upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba di daerah. Koordinasi telah dilakukan sejak tahun 2025 bersama Badan Kesbangpol, termasuk pertemuan dengan pihak dari Pematangsiantar.
“Tahun ini diharapkan BNK bisa terbentuk sehingga penanganan narkoba lebih terstruktur,” ujarnya.
Penertiban Knalpot Brong dan Peran Keluarga
Masalah knalpot tidak standar atau knalpot brong juga menjadi perhatian serius kepolisian. Penertiban rutin telah dilakukan, khususnya pada malam akhir pekan, bahkan dengan penindakan langsung di tempat.
Kapolres menyebut mayoritas pelanggar berasal dari kalangan remaja, sehingga peran keluarga sangat penting dalam pencegahan.
“Kami mohon dukungan media untuk menyampaikan kepada masyarakat, terutama orang tua, agar anak-anak tidak menggunakan knalpot brong karena mengganggu ketertiban,” tegasnya.
Koordinasi Penebangan Pohon dan Kawasan Hutan
Terkait isu penebangan pohon, pihak kepolisian melalui fungsi intelijen telah berkoordinasi dengan KPH XIII Dolok Sanggul karena kewenangan kawasan berada pada instansi tersebut. Langkah koordinasi dilakukan untuk memastikan kegiatan di kawasan hutan tetap tertib dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat.
Program Kerja Turun Langsung ke Lapangan
Menjawab pertanyaan wartawan mengenai program kerja, Kapolres menyampaikan pendekatan yang berbeda dari pola administrasi formal. Ia lebih menekankan program berbasis temuan lapangan.
“Saya tidak menyusun program hanya di atas kertas. Program kami adalah apa yang ditemukan di lapangan, itulah yang kita selesaikan,” ujarnya.
Sejak menjabat sekitar dua bulan, Kapolres mengaku telah turun langsung ke beberapa wilayah, termasuk Simanindo, untuk mendengar aspirasi masyarakat, salah satunya terkait aktivitas penderesan pinus yang berpotensi menimbulkan konflik dan dampak lingkungan.
Ia menegaskan pentingnya koordinasi dengan pihak kehutanan agar kawasan hutan tetap terjaga dan masyarakat tidak menjadi korban akibat aktivitas yang tidak tertib.
“Kita sangat prihatin jika ada bencana atau kerugian ekonomi akibat ulah segelintir pihak. Karena itu harus ada pengawasan bersama,” katanya.
Komitmen Pengabdian untuk Samosir
Kapolres juga menyampaikan motivasi personalnya bertugas di wilayah Danau Toba. Ia mengaku sebelum penugasan telah berdoa agar ditempatkan di kawasan tersebut, sehingga memiliki komitmen kuat untuk memberikan pengabdian terbaik.
“Kita ingin berbuat yang baik untuk masyarakat dan kehadiran polisi benar-benar dirasakan manfaatnya,” tutupnya.
Silaturahmi tersebut diharapkan memperkuat hubungan antara kepolisian dan insan pers sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih transparan dalam mendukung keamanan, ketertiban, dan pembangunan daerah di Kabupaten Samosir. ( Hots/dns)