Sajak Nahar Frusta.

Mata tak bisa jadi abu, masih saja melihat dan tak berhenti mengintip salah dan dosamu.

Telinga tak bisa jadi bara, selalu mendengar derita dan tangis karena apimu.

Hati tak bisa jadi asap,selalu menyimpan luka, kedzoliman yang kalian ciptakan.

(02/02/26)

Kita

Sajak Nahar Frusta.

Teriakanmu adalah lelap kami :
dalam keterpurukan
dikeramaian pasar

dalam kelelahan
diwarung kopi

dalam kemiskinan
di kesuburan tanah

api membakar kemalasan

api membakar kebodohan

api membakar ketakutan

Teriakanmu adalah semangat kami:

dukacita dan doa kami untukmu,

kita bersama.

(02/02/26)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *