
(Fhoto Dok)
(Catatan Zuardi Simanullang)
Tradisi ziarah kubur adalah bagian yang mengakar kuat dari kehidupan sosial dan keagamaan. Tradisi ini dilakukan baik secara individu maupun bersama-sama pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.
Menjelang masuknya puasa Ramadhan banyak warga masyarakat selalu ramai mengunjungi makam keluarga, kerabat, dan orang tua mereka untuk membersihkan pusara dan mendoakan para ahli kubur sebelum memasuki bulan puasa.
Faedah utama ziarah kubur menjelang Ramadhan:
Mendoakan Ahli Kubur: Memohonkan ampunan dan kelapangan kubur bagi keluarga yang telah wafat agar mendapatkan rahmat di bulan suci.
Mengingat Kematian (Tadzkiratul Akhirah): Menjadi pengingat bahwa setiap manusia akan mati, sehingga memotivasi peningkatan ibadah di bulan Ramadhan.
Wujud Bakti (Birrul Walidain): Ziarah ke makam orang tua atau leluhur dianggap sebagai bakti anak yang masih hidup.
Melembutkan Hati: Ziarah dapat melunakkan hati dan menghindarkan dari sifat sombong atau cinta dunia yang berlebihan.
Refleksi Spiritual: Sebagai momen instrospeksi diri dan membersihkan hati guna menyambut bulan suci Ramadhan.
Ziarah kubur ini disunnahkan secara umum dan didasarkan pada hadits riwayat yang menganjurkan ziarah untuk mengambil pelajaran.
Ziarah kubur menjelang Ramadhan berfaedah, Tradisi ini meningkatkan persiapan spiritual, bakti kepada orang tua, dan memotivasi peningkatan amal ibadah di bulan suci.
Menziarahi makam orang tua dan sanak saudara merupakan bentuk penghormatan dan sambung kasih (silaturahmi) kepada mereka yang telah mendahului.
Memberikan suasana refleksi dan ketenangan jiwa sebelum memasuki bulan Ramadhan, membantu fokus dalam beribadah.
Membantu manusia agar tidak terlalu terikat dengan kehidupan duniawi dan lebih fokus pada persiapan akhirat.
Meskipun umum dilakukan di akhir Sya’ban, ziarah kubur diperbolehkan kapan saja.(Z)