Dalam kunjungan tersebut, Ketua TP PKK Tapanuli Utara bersama rombongan menyampaikan ungkapan empati dan penghiburan kepada keluarga korban dengan memberikan boras sipir ni tondi dan aek sitiotio sebagai simbol doa agar para korban diberikan kekuatan, ketegaran, serta mampu bangkit kembali menghadapi musibah.‎‎

“Semoga Bapak dan Ibu diberi ketabahan dan kekuatan. Tidak ada musibah yang terjadi tanpa sepengetahuan Tuhan Yang Maha Kuasa. Tuhan tidak akan memberikan beban di luar kemampuan umat-Nya,” ujar Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat saat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

‎‎ Selain memberikan dukungan moril, Ketua TP PKK Tapanuli Utara beserta rombongan juga menyerahkan bantuan berupa bahan pangan, sembako, peralatan dapur, serta pakaian baru guna membantu meringankan beban para korban kebakaran.‎‎

Mewakili keluarga korban, Bapak Simamora menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara atas perhatian dan respons cepat dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah. Ia berharap kepedulian dan kehadiran pemerintah dapat menjadi penguat bagi keluarga korban, sekaligus berharap agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.‎‎

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada 1 Januari 2026 dan menghanguskan dua unit rumah warga, masing-masing milik almarhum Lamser Simamora yang meninggal dunia akibat kejadian tersebut serta rumah milik Parningotan Taraja. Musibah ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. (Jul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *