
Samosir. PRi.Com
Pemerintah Kabupaten Samosir resmi meluncurkan program kredit usaha mikro tanpa bunga, menjadikannya daerah pertama di Sumatera Utara yang menerapkan skema subsidi bunga nol persen bagi pelaku UMKM. Penyaluran perdana dilakukan Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, kepada belasan pelaku usaha pada acara yang digelar di Water Front City Pangururan, Minggu (8/12).
Program ini merupakan kolaborasi Pemkab Samosir dengan Bank Sumut melalui skema Kredit Mikro Sumut Berkah. Pelaku usaha dapat memperoleh pinjaman hingga Rp15 juta dengan tenor 24 bulan, sementara seluruh beban bunga 2,6 persen per tahun ditanggung penuh oleh pemerintah daerah melalui APBD.
Realisasi Janji Politik dan Penguatan Ekonomi Lokal
Bupati Vandiko menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari visi-misi pembangunan yang menekankan penguatan UMKM serta perluasan akses permodalan.
“Apa yang kami janjikan saat kontestasi politik kini terealisasi. Pelaku usaha mikro dapat memperoleh modal dengan bunga nol persen, mudah dan langsung bisa diakses,” ujar Vandiko.
Ia menambahkan, skema ini telah mendapat dukungan Gubernur Sumatera Utara dan dipresentasikan dalam forum kepala daerah se-Sumut.
“Samosir menjadi daerah pertama di Sumut yang mengimplementasikan kredit bunga nol persen. Sejumlah kabupaten dan kota lainnya sudah berkonsultasi dengan Bank Sumut untuk menerapkan program serupa,” katanya.
50 Debitur Sudah Cair, 482 Pengajuan Masuk
Kepala Dinas Koperasi, NakerPerindag Samosir, Rista Sitanggang, melaporkan bahwa dari 482 pelaku usaha yang mengajukan, sebanyak 50 debitur telah lolos verifikasi dan menerima pencairan. Sebanyak 286 pengajuan masih diproses, sementara sisanya menunggu kelengkapan administrasi.
Pemerintah menargetkan jumlah penerima terus bertambah seiring pelaksanaan pendampingan usaha dan pelatihan UMKM yang telah dilakukan sebelumnya.
“Pemasaran memang penting, tetapi akses permodalan adalah fondasi utama. Beban pokok ditanggung pelaku usaha, sedangkan bunganya dialokasikan dari APBD,” ujar Vandiko.
Ia juga meminta Bank Sumut mempertimbangkan peningkatan plafon kredit pada tahap berikutnya.
Dukungan DPRD dan Pengawasan Lembaga Keuangan
Ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon, mengapresiasi program ini sebagai inovasi yang memberi dampak langsung kepada masyarakat.
“Janji politik yang berhasil diwujudkan. Ini terobosan pemerintah daerah yang patut diapresiasi,” kata Nasip.
DPRD telah menyetujui anggaran subsidi bunga untuk tahun anggaran mendatang. Nasip juga berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Sumut membantu masyarakat yang terkendala BI Checking akibat ketidaktahuan administrasi.
Dari sisi pengawasan, Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Jasa Keuangan OJK Sumut, Reza Leonhard, mengingatkan pelaku usaha agar mewaspadai kejahatan finansial yang kian marak.
“Kami mengajak masyarakat selalu memeriksa legalitas penyedia layanan keuangan sebelum berinvestasi,” tuturnya.
Bank Sumut: Model Baru bagi Daerah Lain
Perwakilan Bank Sumut, M. Zulham Bispo, menyatakan bahwa program kredit mikro bunga nol persen di Samosir menjadi model yang dapat direplikasi di daerah lain.
“Debitur hanya membayar pokok pinjaman. Ini skema pertama di Sumut, dan kami berharap dapat memberi inspirasi bagi pemerintah daerah lain,” ujarnya.
Dampak Nyata bagi Pelaku Usaha
Salah satu penerima manfaat, Beni Silalahi, mengaku kredit tanpa bunga sangat membantu pengembangan usaha keripik pisangnya.
“Saya bisa membeli perajang pisang, sehingga produksi naik menjadi 70 tandan per minggu. Sebelumnya saya tidak memiliki cukup modal dan aset. Program ini memberi harapan bagi kami untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” katanya.
Hadir Beragam Pemangku Kepentingan
Acara peluncuran dihadiri Asisten II Sekda Samosir, pimpinan perangkat daerah, serta jajaran Bank Sumut, termasuk M. Zulham Bispo selaku Pelaksana Pemimpin Divisi Ritel dan Adi Nixon Marbun sebagai Pemimpin Cabang Bank Sumut Pangururan. ( Hots/dns)