Namanya Ibrahimsyah bergelar Sultan karena keturunan raja,bergelar Syekh karena ketinggian ilmu agama dan dipanggil tuan karena kealiman dan kezuhudannya.Dialah Syekh Sultan Tuan Ibrahimsyah Bin Muhammadsyah Bin Raja Indrapura yang Lahir di istana kerajaan di Tarusan Minang kabau.

Dimasyarakat lokal Barus,tempat dia membangun negeri atau kesultanan dan tempat wafatnya,orang memanggil nya “Tuan Batu Badan”.Dan ditempat beliau dimakamkan ini di desa Gabungan Hasang, daerah yang tinggi dari pantai Barus,dikomplek pemakaman dituliskan “Situs Cagar Budaya Tuan Inrahimsyah”.

Pada ziarah akbar masyarakat Barus,Sabtu (9/8) sejarah ini dituturkan oleh Tuan Maskuddin Simanjuntak,kepada jamaah ziarah akbar dengan lugas dan terang benderang.Menurutnya Oppung dari Tuan Ibrahimsyah berasal dari negeri Barus,negerinya ahli syufi Hamzah Al Fansyuri (penyair sajak perahu) ulama yang terkenal.

Tuan Ibrahimsyah ini lahir di Tarusan (Minangkabau)pada tahun 1572 dari ibu seorang puteri Minangkabau yang cantik jelita.Masa kecilnya hidup dalam tatanan kerajaan yang penuh aturan.Sebagai cucu seorang raja ,beliau tidaklah sebebas anak sebayanya,bebas bermain dan bergaul.Jiwa mudanya berontak,ingin lepas dari kungkungan kerajaan,Maskuddin lebih jauh menuturkan.

Tuan Ibrahimsyah muda berangkat ke negeri Fansyuri ,negeri leluhurnya, untuk belajar mengenal diri,nengenal lingkungan,nenemui kehidupan baru dengan tantangan yang berbeda dengan pengawalan dari kerajaan. DI Barus beliau menjadi Sultan dan bergerak membesarkan pengaruh kesultanannya sapai ke tanah Batak.Menikah dengan boru batak dan melahirkan seorang putera yang gagah perkasa.Tuan inrahimsyah sekanjutbya menetap dan wafat di Barus.Jelas Maskuddin Simanjutak ,peminat dan pemerhati situs cagar budaya di Barus.

Pantauan Pri.Com.dilokasi ziarah masyarakat berkumpul bersama Tokoh agama Islam dan lintas agama yang ada di Barus.Bersama Camat Barus,Sanggam Panggabean S.Sos,penggagas dan penanggung jawab acara ini,berterimakasih kepada peserta ziarah yang berkenan hadir berdoa bersama di makam Tuan Ibrahimsyah.Ulama besar negeri Fansyur yang berjuang untuk kemajuan dan kejayaan Islam.

“Kita berdoa disini dan berterimakasih atas jasa dan perjuangan para pejuang kita dalam membebaskan kita dari pihak penjajah yang tak hentinya memecah belah persatuan nenek moyang kita untuk keuntungan mereka.Mari kita jaga persatuan dan toleransi keberagaman kita di Barus.Jangan takut,kita lawan bersama jika nasih ada yang ingin memecah belah persaudaraan,kebersamaan kita.!”,harap Sanggam kepada jamaah ziarah akbar.

“Kita pelihara sejarah dan situs cagar budaya yang ada di Barus.Kita akan buat acara untuk Haul Syekh Rukunuddin di Makam Mahligai desa Aek Dakka yang ke 1400.Jika bukan kita,siapa lag.Sedangkan orang lain dari banyak daerah datang berbondong bondong berkunjung ke daerah kita untuk ziarah.Apalagi kita!”,demikian Camat Barus bersemangat mengakhiri sambutannya.

Acara ziarah akbar ini didahului kata sambutan dari tokoh agama Islam,Ustadz M.Sodiqin Lubis,mewakili tokoh umat kristiani,Endi Pasaribu,sekaligus sebagai Kepala Desa Gabungan Hasang dan dari Majelis Ulama Indonesia.Sementara dalam acara ziarah, takhtim dibawakan Al Mukarram Fauzi Hasibuan,tahlil dibawakan H.Jawali Pasaribu dan doa dipimpin oleh Ustadz Parlindungan Lubis.SPd.I.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *