Pada hari ini, 9 Dzulhijjah ummat Islam juga melaksanakan ibadah puasa sunat Arafah. Puasa yang dapat menghapus dosa setahun lalu dan setahun ke depannya. Dan kemarin 8 Dzulhijjah berpuasa Tarwiyah.

Hari ini ummat Islam yang menunaikan ibadah haji di Makkah almukarramah berjuang melaksanakan wukuf di padang Arafah dengan cuaca panas yang cukup tinggi mencapai 45 derajat.

Wukuf Arafah merupakan rukun ibadah, puncak ibadah haji dimana para jamaah berdiam diri memohon pengampunan dari Allah dan memanjatkan doa kepada Allah. Di tempat ini para jamaah wajib menghadirkan diri sebagai kesempurnaan ibadah–al hajju arafah!

Hari raya idil adha juga populer dengan nama hari raya qurban. Setelah melaksanakan sholat idil adha dilaksanakan pemotongan hewan qurban berupa kerbau, sapi dan kambing. Daging hewan qurban ini dibagikan kepada kaum muslimin di sekitar daerah tempat pemotongan hewan qurban.

Pada beberapa tempat pemotongan sering juga daging qurban ini dibagikan, dikirim ke daerah yang tidak ada pemotongan hewan qurban. Atau hewan qurbannya khusus dipotong untuk daerah tersebut, dimana para pequrban sengaja melaksanakan/memotong hewan qurbannya di daerah itu.

Menerima daging qurban meruoakan satu kebahagiaan yang benar dinikmati oleh kaum musliman yang mendapatkan dari kasih sayang, pengirbanan dan ibadah saudaranya. Di sini lahir rasa sosial, rasa persaudaraan yang saling membantu dari kaum yang mampu dan ikhlas dalam balutan ibadah.

Semangat ibadah haji itu tidak hanya terjadi di kota Makkah. Doa dan isak tangis jamaah di tanah suci tercermin dalam kesehariaan ummat Islam di tanah air. Berharap agar kekuarga di tanah suci sehat walafiat dan dapat nelaksanakan wukuf di padang arafah dan berharap juga dari dia jamaah haji agar keluarga di tanah air diberi keselamatan dan dilimpahkan rezeki dari Allah.

Berqurban intinya adalah ibadah dan keikhlasan, hakikatnya mendekatkan diri kepada Allah dalam bentuk pengorbanan dan ketaatan. Semoga ketaatan dan pengorbanan ini tidak tergerus pahalanya oleh sikap kita yang terlalu jauh mencampuri urusan panitia qurban dalam pembagian hewan qurban kita, berharap lebih banyak daging sebagai bagian yang berqurban.

Nanti malam setelah sholat Isya, takbir akan dikumandangkan dari surau, mushalla dan mesjid-nesjid. Sebagian melaksanakan dengan takbir keliling melintasi jalan-jalan di desa maupun perkotaan.’ Allahu akbar…allahu akbar…allahu akbar walillahi hamd!’. (*Penulis tinggal di Barus, alumni UIN IB tanpa izajah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *