Teks foto:: Kondisi kolam ikan milik Haposan Parapat yang tertimbun material batu dan pasir akibat banjir bandang di Desa Aek Botik, kecamatan Pahae Jae, kabupaten Tapanuli Utara, pada hari Jumat (23/03/04).

Pahae Jae/Taput, PRESTASIREFORMASI.Com – Banjir Bandang yang menerjang sejumlah Kolam Ikan milik Warga di Desa Aek Botik, kecamatan Pahae Jae, kabupaten Tapanuli Utara, pada hari Jumat (23/03/04) lalu, hingga kini tidak hanya meninggalkan kerugian material bagi pemiliknya, tetapi juga rasa kecewa atas tidak adanya perhatian dari Pemkab Taput.

Bencana alam yang mengakibatkan sejumlah kolam Ikan tertimbun material pasir dan bebatuan, serta memusnahkan seisi kolam, sehingga menimbulkan kerugian mencapai Rp. 70 juta.

Haposan Parapat, salah seorang pemilik Kolam, dengan raut wajah sedih dan penuh Kecewa, mengungkapkan kepedihan hatinya atas tidak perdulian Pemerintah terhadap musibah yang menimpa para pengusaha UMKM, bermodal kecilnya seperti dirinya.

“Bagi kami pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM, kerugian 70 juta rupiah akibat bencana banjir bandang, sungguh sangat terasa berat,” tambah Haposan.

Dia mengaku, material yang terbawa banjir bandang di Desa Aek Botok, menutupi tiga kolam ikannya, sehingga ikan mas indukan maupun anakan dan siap jual, semuanya mati tertimbun,.

“Aku mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Ironisnya, sedikit pun tidak ada perhatian Pemerintah setempat,” ujarnya.

Haposan Parapat selaku Warga yang terkena dampak lsngsung, mengaku sempat kordinasi dengan kades setempat dan Kaur Pemerintah Desa Aek Botok, mempertanyakan solusi dan tanggapan atas tertimbunya tiga petak kolam ikanya.

“Namun hatiku teriris, pihak Pemerintah setempat memberikan jawaban, mngatasi hal itu masih gampang. Cukup menggunakan cangkul memperbaiki dan mengorek kolam Ikannya,” tutur Haposan menirukan kata-kata Kepala Desa Aek Botik.

“Padahal, Saya selaku warga yang terdampak banjir bandang memohon dan meminta bantuan pada dinas agar berkenan membantu memperbaiki kolam saya dan beberapa warga lainnya,” ungkapnya.

“Selain itu, kami sangat butuhkan bantuan bibit ikan supaya bisa lagi memungsikan kolam ikan, dan Kam dapat mengelolanya kembali seperti sedia kala,” pungkas Haposan Parapat (h/AHS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *