Tanjab Barat/Jambi, PRESTASIREFORMSI.Com – Kepala Desa (Kades) Lubuk Terap M, Zuhkri dan Babins Wedi S. serta Kapolpos Amir bersepakat mengadakan iyuran untuk membangun rumah Suku Anak Dalam (SAD) bernama Karim.

SAD tersebut berasal dari wilayah Tebo. Bermula ketika Dia datang ke Desa Lubuk Terap, beberapa bulan yang lalu bertujuan untuk mencari kebutuhan hidup.

Setelah mereka menetap di desaLlubuk Terap sebagai buruh harian bersama warga, akhirnya semua keluarganya berdatangan ke desa tersebut sehingga jumlah seluruhnya baik laki laki maupun perempuan sembilan orang.

Semantara rumah yang ditumpanginya terbilang kecil, sehingga pada malam hari ada beberapa orang terpaksa tidur di luar rumah.

Melihat kondisi tersebut Kades dan warga mendatangi kediaman mereka dan mempertanyakan soal setatus mereka yaitu apa mau menetap dan menjadi warga desa setempat atau hanya menumpang sekedar mencari kehidupan.

Akhirnya mereka memutuskan ingin menjadi warga setempat dan tetap tinggal di desa tersebut dengan kondisi serba kekurangan.

Kepala Desa, Kapolpos dan Babinsa berinisiatif membangun rumah mereka dengan cara bergotong royong bersama warga setempat, termasuk iyuran sesuka rela untuk membeli bahan bangunannya.

Tepatnya hari Selasa (08/06/2021), bersama Mereka bersama warga bergotong royong membangun rumah berukuran panjang 6 meter lebar 4 meter hingga terpasang atap seng dan dinding papan, namun kondisi lantai masih tanah.

Kini keluarga SAD tersebut berkerja untuk warga desa sebagai pekerja harian lepas.

Kepala Desa M. Zuhkri saat dikomfirmasi membenarkan membangun rumah tersebut secara swadaya dan bergotong royong, karena mengingat tempat mereka kecil dan sempit sehingga ketika malam ada yang tidur di halaman rumah termasuk anaknya sudah menjanda ditinggal suaminya.

“Mereka pun bersedia menjadi warga kita. Bahkan sudah masuk agama Islam, jadi kita menganggap Keluarga Karim adalah saudara kita. Makanya saya. Babinsa dan Kapolpos berserta warga membangun rumah tempat tinggal mereka,” tutur Kades.

Kades mengungkapkan, saat pembangunan rumah Keluarga SAD itu warga sangat antusias bergotong royong. Kaum perempuannya berdatangan juga mengantarkan sejenis makan dan minuman untuk warga yang sedang bergotong royong.

Kapolpos dan Babinsa saat dikonfirmasi soal cerita kepala desa tersebut, membenarkan apa yang diceritakannya.

Sedangkan SAD Karim saat diwawancarai soal warga yang membangun rumah tempat tinggalnya, mengaku merasa senang dan berterimakasih atas bantuan dan sumbangan terhadap diri dan keluarganya.

“Saya dan keluarga menyatakan siap menjadi warga setempat dan bertempat tinggal di desa ini walaupun untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari kerja sebagai tenaga buruh harian lepas.

Dia pun berterima kasih kepada kepala desa karena mereka pun mendapat bantuan langsung tunai (BLT). Kini rumah tersebut sudah terdiri dari 3 kamar dengan ukuran seluruhnya 7 x 6 untuk sembilan orang penghuni rumah tersebut. (Marjuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *