Labura, PRESTASIREFORMASI.COM – Peristiwa tragis yang dialami Ponidi, petani sawit yang diterkam buaya Sungai Simangalam disaksikan langsung istri dan anaknya, Minggu (26/7/2020), merupakan bukti keganasan hewan reptil di kawasan tersebut. Sampai kini, masyarakat di Desa Simangalam takut dan harus ekstra hati-hati jika harus berurusan di sunga itu.

Simangalam merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, provinsi Sumatra Utara.

Belum hilang rasa khawatir akan serangan Buaya Simangalam, kini warga kembali dihebohkan kemunculan sosok seram reptil bersisik dan bergigi tajam ini di beberapa titik Sungai Simangalam dan jam yang berbeda-beda.

Ini adalah gambar hasil jepretan di sejumlah titik dan waktu yang berbeda. (gambar:facebook)

Hasil tangkapan foto digital dari kamera handphone, kemudian dibagikan kemedsoso facebook, peristiwa penampakan pertama terjadi pada hari Rabu (6/8/2020) jam 15;17. Disusul penampakan kedua pukul 18;21 di kawasan Jembatan Kuning.

Di facebook yang dibagikan pada Group Laburaku, Tasya Nurdillah dalam tangkapan layar, membagikan foto dan komentar seperti berikut ini:

Sehingga, muncul pendapat bahwa Buaya di Sungai Simangalam doyan daging manusia, ditandai dari semakin seringnya mahluk bersisik keras itu menampakkan diri terang-terangan kepada warga.

Jadi harus bagaimana? Tidak ada cara lain, masyarakat harus ekstra hati-hati dan sebisa mungkin menjauhi kawasan Sungai Simangalam untuk mencegah terjadi lagi persitiwa tragis ada warga yang diterkam Buaya.

Kepala Seksi Konservasi BKSDA Provinsi Sumut Wilayah III Kisaran, Alfianto Siregar, telah mengingatkan sungai Simangalam merupakan habitat buaya muara. Dengan tingginya curah hujan akhir-akhir ini, peningkatan kemunculan buaya tersebut semakin tinggi.

Cerita ganasnya Buaya Simangalam bukan rahasia lagi bagi masyarakat Labura, khususnya warga Desa Simangalam, Kualuh Selatan kabupaten Labura. Sebelumnya, di tahun 2019 juga menerkam seorang pemancing Misran, saat sedang berada di atas sampan dia tidak menyadari ada buaya yang mendekat.

Tiba-tiba buaya ukuran besar itu menyerangnya, Misran sangat terkejut dan sampan terbalik. Dia langsung berenang menuju pinggiran sungai. Buaya kemudian menerkam dan melukai sekujur tubuhnya.

Misran kemudian menjerit minta pertolongan warga yang saat itu ada di pinggiran sungai. Dengan menggunakan kayu panjang, warga memukuli badan buaya. Sebagian lagi melempar batu, akhirnya reptil ganas itu melepaskan tubuh mangsanya..

Dalam kondisi berlumuran darah, Misran langsung dievakuasi dari sungai. Dia dilarikan ke Rumah Sakit Labuhanbatu. Kejadian itu menimbulkan kehebohan waktu itu.

Menyadari semakin tingginya intensitas penampakan hewan reptil buas tersebut, memang mau tak mau harus ekstra hati-hati, atau menjauhi kawasan tersebut. (h/Syaiful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *