Kebun Sawit 2 Ha Dibeli Rp. 500 Juta Pakai Dana Desa

Subulussalam, prestasireformasi.com – Warga Desa Suka Makmur kecamatan Simpang Kiri, kota Subulussalam kesal atas pembelian dua hektar kebun kelapa sawit sebesar Rp 500 juta untuk BUMK (Badan Usaha Milik Kampong), karena dituduh mark up (digelembungkan).

Transaksi pembelian lahan kebun sawit terjadi pada thn 2017-2018, seharga 500 juta untuk 2 Hektar, per hektar 250 juta, dua kali bayar.

Wartawan suratkabar PRESTASI REFORMASI/prestasireformasi.com yang mengkonfirmasi kepala desa Suka Makmur Amiruddin, Dia menjelaskan memang benar ada dibelikan lahan kebun sawit 2 Hektar untuk BUMK

“Sesuai harga nilai jual objek pajak yang dua Hektar itu dua kali bayar. Pada thn 2017 senilai 250 juta thn 2018 250 juta termasuk satu unit rumah untuk tempat tinggal pengurus kebun sawit tersebut,” kata Amiruddin.

Secara terpisah wartawan PRi mengkonfirmasi warga Suka Makmur Dedi Bancin dan Mongon Solin mengatakan, “Lahan kebun sawit milik BUMK seluas 2 Hektar senilai 500 juta atau per hektar 250 juta benar-benar penggelembungan alias mark’up!”

Kedua warga itu mengungkapkan, tidak ada sejarahnya kebun sawit Rp 250 juta per hektar di kota Subulussalam ini, rumah huni untuk penerus kebun itu pun tidak satu unit tapi dua unit.

“Rumahnya satu unit 30 juta dan  satu unit lagi 31 juta. Kedua rumah itupun yang sangat tidak layak huni, dindingnya ditempel seng dan plastik kecuali dibangun baru walaupun dinding papan. Ini rumah jaman yang ada situ dianggarkan,” tegasnya.

Dedi dan Mongon beserta wargas sudah menyurati inspektorat pada tahun 2019 lalu, tembusan kepada Walikota, Ketua DPRK, Camat Simpang Kiri Kota Subulussalam, tapi sampai saat ini tidak ada yang merespon.

“Untuk itu kami mohon kepada penegak hukum agar mengaudit lahan kebun kalapa sawit dana anggaran BUMK di desa Suka Makmur, penggelembungan dananya luar bias besarnya. Ini korupsi,”kata Mongon Solin bersama Dedi Bancin. (01AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *