Samosir, PRi. Com — Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Samosir berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri sekitar 4.000 masyarakat. Prosesi pemotongan kue ulang tahun menjadi simbol perjalanan 22 tahun daerah otonom ini dalam membangun diri sebagai bagian penting dari kawasan strategis Danau Toba.

Bupati Samosir, Vandiko Gultom, hadir didampingi Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, mantan pejabat daerah, serta undangan dari pemerintah kabupaten sekawasan Danau Toba.

Makna Seremoni: Dari Simbol ke Tanggung Jawab

Dalam sambutannya, Vandiko menegaskan bahwa HUT ke-22 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum evaluasi dan konsolidasi.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-22 untuk seluruh masyarakat Samosir, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan. Samosir adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga dan bangun dengan semangat kolaborasi,” ujarnya.

Ia menyinggung sejumlah program prioritas, terutama di sektor pertanian, pariwisata, dan penguatan UMKM. Bantuan bibit dan dukungan sarana produksi pertanian disebut sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi masyarakat di tengah tantangan global.

Selain itu, Vandiko juga menyampaikan empati atas musibah yang pernah melanda wilayah sekawasan Danau Toba, seraya menegaskan pentingnya solidaritas antar daerah.

Kehadiran Utusan Pemerintah Sekawasan Danau Toba

Momentum HUT ke-22 ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antar pemerintah daerah di sekitar Danau Toba. Mewakili kepala daerah sekawasan, Binsar Sitanggang, hadir menyampaikan ucapan selamat.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pembangunan Danau Toba sebagai kawasan strategis nasional tidak bisa dilakukan secara parsial.

“Selamat ulang tahun ke-22 Kabupaten Samosir. Kami berharap Samosir semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera. Pembangunan kawasan Danau Toba memerlukan sinergi dan koordinasi yang kuat antar kabupaten,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antar pemerintah daerah penting dalam pengembangan infrastruktur, pengelolaan lingkungan, serta promosi pariwisata terpadu agar manfaatnya dirasakan secara merata oleh masyarakat sekawasan.

Kehadiran utusan dari daerah tetangga ini menjadi pesan bahwa Samosir tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari ekosistem pembangunan regional yang saling terhubung.

Penghormatan bagi Para Pemerkarsa

Mantan Plt Bupati Samosir, Wilmar Simanjorang, dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin mengenang perjuangan para pemerkarsa Kabupaten Samosir.

“Kita patut menghormati dan mengenang jasa para tokoh yang memperjuangkan lahirnya Kabupaten Samosir. Tanpa mereka, kita tidak akan berdiri di titik ini hari ini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan Danau Toba sebagai warisan bersama.

“Kalau ini rumah kita, maka kewajiban kita merawatnya. Menanam pohon dan menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua,” katanya.

Sinergi Eksekutif dan Legislatif

Ketua DPRD Samosir, Nasib Simbolon, menegaskan komitmen lembaga legislatif dalam mendukung program pembangunan daerah.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat. Pelayanan publik harus semakin mudah, transparan, dan berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Ia menyoroti sejumlah infrastruktur strategis yang telah memberi dampak pada wajah Samosir, termasuk pengembangan kawasan Waterfront City, Tele, dan Jembatan Tano Ponggol yang memperlancar konektivitas.

Dari Perayaan ke Refleksi

Di tengah gemerlap panggung dan antusiasme masyarakat, pesan yang mengemuka dalam puncak HUT ke-22 adalah pentingnya kebersamaan dan keberlanjutan.

Perayaan ini bukan hanya tentang angka usia, melainkan tentang arah ke depan:
bagaimana Samosir memperkuat perannya dalam kawasan Danau Toba,
bagaimana kolaborasi sekawasan diwujudkan secara konkret,
dan bagaimana manfaat pembangunan dirasakan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Dengan kehadiran sekitar 4.000 warga dan dukungan pemerintah sekawasan Danau Toba, HUT ke-22 menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia menjadi penegasan bahwa Samosir adalah “rumah bersama” — yang harus dibangun dengan sinergi, dijaga dengan kepedulian, dan diwariskan dalam keadaan lebih baik kepada generasi berikutnya. ( Hots/dns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *