MEDAN. PRESTASIREFORMASI.Com

Sebanyak 15 Pendeta yang tergabung pada Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas) Kota Medan dikomandoi Pdt. Antoni Silaban MTh mendoakan Dr Drs. Nikson Nababan M.Si menjadi Calon Gubernur Sumut tahun 2024.

Bamagnas Kota Medan yakin sosok mantan Bupati dua periode di Kabupaten Taput, Nikson Nababan, mampu membawa perubahan bagi pembangunan di Sumatera Utara.

“Dasar kami mengatakan ini karena Cagub Nikson Nababan sudah memiliki pengalaman menjadi bupati di kabupaten Tapanuli Utara 2 periode dan berhasil membangun Taput,” ujar Pdt. Antoni Silaban MTh.

Sehingga, sambung Pdt. Antoni Silaban mereka melihat hanya sosok Nikson Nababan yang dikenal nasionalis dan dekat dengan masyarakat di Taput. Terlebih sambutan Nikson Nababan yang penuh suka cita.

“Tentunya, pengalaman di Taput dapat diterapkan untuk membangun Sumatera Utara, apalagi dorongan masyarakat juga yang menginginkannya maju sebagai Calon Gubernur Sumatera Utara. Jadi Bamagnas Kota Medan siap mendukung Bapak Nikson Nababan,” sebutnya di Posko Nikson Nababan, Jalan Sei Seruai No. 3 Medan.

Selain dirinya, Pdt. Antoni Silaban turut membawa belasan pendeta, di antaranya;

  1. Pdt. Dr. Marganda Simarmata MTh
  2. Pdt. J. Situmorang SH MH
  3. Pdt. S. Hutauruk MPd.K
    4.Pdt. Redinton Damanik STh
    5.Pdt. Salomo Sinaga STh
  4. Pdt. Rama Simatupang STh
  5. Pdt. Jepri Silaban STh
  6. Pdt. Guntur Simamora STh
  7. Ev. Damiano Hutagalung MTh
  8. Pdt. Reza Munhte STh
  9. Pdt. Halason Sipahutar MPd.K
  10. Pdt. Dr. Ruben Purba. MPd.K
  11. Pdt Iwan Sinaga SPd.
  12. Pdt Ali Telaumbanua M.Min

Menanggapi itu, Nikson Nababan berterima kasih atas kehadiran para pendeta yang tergabung di Bamagnas Kota Medan.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tapanuli Utara ini mengaku termotivasi maju di Pilgub Sumut, ingin membangun Sumut lebih baik lagi ke depannya.

Baik di sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, maritim, pertanian, hingga UMKM. Hal itu, bertujuan untuk dapat mensejahterakan masyarakat Sumut, dengan potensi daerah dimiliki.

Nikson Nababan mengaku butuh dukungan dari masyarakat bersatuqqq padu dan memilih pemimpin yang terbaik. “Di daerah saya menang dua periode tanpa membagi-bagikan uang. Balasannya siapa pun datang ke rumah, selalu saya layani karena menang didukung bukan karena uang,” ucapnya.

“Saya ingin merubah paradigma di Sumut yakni Semua Urusan Mesti Uang Tunai harus dirubah menjadi Semua Urusan Masyarakat Urus Tuntas (Sumut),” kata Dia.

Selain itu, Nikson Nababan juga menceritakan masa kecilnya harus membantu orang tua bertani, hingga menyelesaikan pendidikan di pulau Jawa.

Anak guru dari Kecamatan Siborongborong ini juga menceritakan bagaimana di awal kepemimpinannya, harus ‘putar otak’ menggunakan APBD Pemkab Taput yang kecil.

Nikson Nababan memberikan contoh, saat menjabat sebagai Bupati Taput, dengan program lahan pertanian pro kepada masyarakat. Sehingga tanah adat harus diberikan kepada masyarakat dalam pengembangan pertanian masyarakat.

“Sumut ini, kekayaannya luar biasa, DNA Sumut adalah maritim, dan agraris. Sektor maritim, kita bisa jadikan sektor wisata bahari, bisa menambah penghasilan nelayan, sudah ada kerusakan di mana-mana, itu harus diperbaiki. Bagaimana kita lindungi, mekanisme pertanian, bagaimana hasil produksi pertanian bisa berjalan dengan baik,” kata Nikson Nababan.

Ada banyak kebijakan yang dilakukannya saat menjabat sebagai Bupati di Taput. Di antaranya mempertahankan hutan adat dan lahan ulayat, dikelola masyarakat.

“Tidak semua lahan kita kasi menjadi konsesi. Kalau kebanyakan dikuasai swasta, masyarakat kita mau makan apa? Hal-hal itu, yang juga kita pikirkan di Sumut ini,” sebut Nikson Nababan.

Nikson Nababan mengungkapkan dirinya bila terpilih jadi Gubernur Sumut periode 2024-2029, juga akan memikirkan produksi pertanian harus dijaga betul dengan harga yang stabil, jangan sampai hasil produksi pertanian merugikan masyarakat.

“Di bidang struktur, konektivitas ini penting, bagaimana Taput bisa terkoneksi ke Labuhanbatu dan sebaliknya begitu. Tidak harus komoditas harus masuk Belawan dulu, ada Sei Mangkei, terkoneksi antar infrastruktur,” terang Nikson Nababan.

Selain itu, Nikson Nababan mengatakan akan memerdekakan desa-desa di Sumut, sesuai dengan motto yang lama dibagun, ‘desa kuat, kota maju dan negara berdikari’.

Di akhir pertemuan, Ketua Bamagnas Kota Medan, Pdt. Guntur Simamora STh kembali mendoakan Nikson Nababan dan istrinya Sartika Simamora dapat diberikan kelancaran dan keberhasilan sesuai yang diharapkan masyarakat Kabupaten Taput dan masyarakat Sumut. ( Hots )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *