Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai, Suwanto Nasution

Sergai :PRESTASI REFORMASI.Com – Diduga Karena merasa dekat dengan Bupati dan Penegak Hukum, Kadisdik berkelakuan prontal dan berlagak Preman.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPD LSM WGAB Sumut Gerson Siringoringo, Kamis (21/10) di Sei Rampah.

Dia menyebut, seharusnya sebagai kepala dinas pendidikan harusnya punya jiwa mendididik dan bukan menggunskan bahasa preman yang keluar.

“Diminta dewan pengawas pendidikan kabupaten Sergai segera memberi peringatan dan diajari berbicara dengan tata krama yang baik. Karena para jurnalis itu memang sudah menjadi tugas mereka untuk bertanya agar berita yang disajikan itu benar adanya,” kritik Gerson.

“Ini, eeh ini kepala dinas pendidikan malah menjawab dengan ancaman. Hak jawab boleh, tapi tidak elok bila ada pengancaman patahkan tulangmu. Inikan tidak  mencerminkan kadis pendidikan di Sergai sesuai motto “Tanah bertuah dan negeri  beradat,” ujarnya.

Dia melanjutkan, apakah bahasa ini beradat …kan tidak. Untuk itu kepada Bupati Sergai, kami meminta untuk membina dan evaluasi kadis pendidikan Sergai.

“Inikan sama aja mencoreng nama baik Bupati, karena Bupati Sergai kan sangat menjunjung tinggi etika,” ujarnya.

Dia pun mengingatkan jika setiap kerja wartawan dilindungi undang undang pers nomor 40 tahun 1999. 

“Seharusnya Kadisdik Sergai itu jawab sesuai apa yang dia ketahui saja, jangan malah mengancam balik.  Jawab sesuai pengetahuan dan fakta di lapangan saja. Kalau tidak tau,” ungkap Ketua DPD LSM WGAB Sumut ini.

Menurut Gerson, sebagai Kepala Dinas ya harus cari tau dan harus tau. Jangan biasakan mengancam, jurnalis yang bertanya itu kan sedang menjalankan tugasnya sesuai undang undang pers,” kata dia. 

Sebelumnya ulah tak terpuji dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serdang Bedagai, Suwanto Nasution yang melakukan pengancaman kepada wartawan dengan menyebut akan mematahkan tulangnya. 

Pernyataan tak pantas tersebut bermula ketika Jhoni Sitompul salah seorang wartawan di Kabupaten Sergai, mengkonfirmasi dirinya terkait insiden rubuhnya tembok sekolah SDN 104301 Dusun II Pasar Senin, Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai pada Rabu (19/10/2022) semalam. 

“Mau konfirmasi soal rubuhnya tembok, jadi setelah ke sekolah aku telfon dia bertanya mengenai peristiwa dan apa yang akan dilakukan Dinas Pendidikan untuk para siswa yang jadi korban,” kata Jhoni. 
Awalnya sebut Jhoni, Suwanto mengaku tidak mengetahui adanya insiden tersebut.
Jhoni lantas bertanya kebenaran apakan salah satu korban mengalami patah tulang akibat tertimpa tembok kamar mandi. 

“Awalnya dia bilang tidak tau, padahal kejadian itu pagi, aku nelfon dia sore. Jadi aku mau tanya apa hasil dari pemeriksaan terhadap korban, apakah ada yang sampai patah tulang dan apa yang dilakukan Dinas Pendidikan. Tidak lama aku tanya soal itu dia marah marah. Dia bilang kalau tidak ada yang patah mau tulang mu yang ku patahkan,” lanjut Jhoni. 

Dari rekaman suara percakapan keduanya terdengar Suwanto naik darah dan melontarkan kalimat yang kurang pantas. 
Dengan nada tinggi, pegawai negeri yang pernah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kadis PUPR Sergai itu menyebut akan mematahkan tulang Jhoni. 

“Yang mana yang patah tulang, bisa tunjukkan, nanti kalau nggak patah tulang, tulang kau yang kupatahkan, mau?!” ucap Suwanto dalam rekaman yang diterima PRESTASI REFORMASI.Com

Dengan nada marah, Suwanto mengatakan jika pihaknya telah memberikan perawatan terhadap para siswa. Dia lantas meminta agar berita rubuhnya tembok sekolah untuk tidak dibesar besarkan. 

“Jangan kalian membesar besarkan berita patah tulang , itu ketimpa makanya dikusukkan, dan itu upaya kami. Jadi nggak usah dibesar besarkan,” cetusnya. (Richan Siburian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *