Labura, PRESTASIREFORMASI.Com – BKKBN Sumatera Utara mengadakan internalisasi pengasuhan Balita untuk mempercepat penurunan stanting di tengah-tengah masyarakat, digelar di aula kantor Desa Kuala Bangka, Kecamatan Kualuh Hilir Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Rabu (23/3/2022).

Acara ini dihadiri Kepala Desa Kuala bangka Drs.Atan Tanjung , Hedra syahputra ( Sekjen) , Restati Dewi Hanidi( Kabid Ks) ,Arjuna (TP PKK Provinsi Sumut) Dedi iswandi (Din Kes Labura) , Hatna Batu Bara ( Perwakilan BKKBN Provinsi), Ketua TP.PKK Desa Kuala, Kordinator KB Kecamatan Kualuh Hilir Salbiah, Perangkat Desa Serta seluruh undangan.

Kades Kuala Bangka mengucapkan terima kasih kepada tamu yang datang dari Provinsi dan Kabupaten untuk memberikan arahan kepada masyarakat agar dapat dipahami dan di pedoman, khususnya untuk ibu hamil .

TP PKK Provinsi Arjuna dalam arahannya, menyebut anak yang cerdas dan unggul sudah bisa Bunda upayakan sejak dalam kandungan.

“Caranya dengan konsisten menjaga asupan makanan tetap sehat,” ujarnya.

“Mencegah stunting atau gagal tumbuh harus dilakukan sejak 1000 hari pertama kehidupan anak. Itu artinya, Bunda sudah harus memperhatikan kecukupan gizi sejak awal kehamilan,” ungkap Arjuna.

Dia menyebut, stunting dapat terjadi sejak kehamilan jika terjadi hambatan pertumbuhan pada janin dalam kandungan.


“Untuk itu, pastikan asupan makanan ibu hamil tercukupi agar janin berkembang dengan baik,” jelasnya.

Arjuna juga menambahkan, apabila asupan makanan ibu cukup dan tidak ada penyulit lain, umumnya janin akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Kecukupan asupan makanan ini, nantinya dapat dilihat dengan pertambahan berat janin yang sesuai dengan usia kehamilan.

“Usahakan agar ibu hamil cukup mengonsumsi makronutrien seperti, karbohidrat, protein, dan lemak. Dalam hal ini, utamakan agar ibu hamil mendapat protein hewani. Diimbangi juga dengan mengomsumsi mikronutrien, yaitu vitamin dan mineral yang terdapat dalam buah dan sayuran,” tuturnya.

Dia menjelaskan, pencegahan stunting kemudian berlanjut ke periode menyusui. Bunda harus mengerti tentang cara pemberian ASI yang benar, agar anak tidak mengalami kurang gizi khususnya gizi buruk. Dilanjutkan dengan pemberian MP-ASI yang benar untuk mendukung tumbuh kembang anak.


Apa itu stunting?
Stunting merupakan kondisi anak gagal tumbuh, baik fisik maupun otaknya. Stunting dihubungkan dengan malnutrisi dan infeksi kronis (non endokrin).

Untuk itu, kata Arjuna, perlu ditekankan bahwa stunting merupakan bagian dari perawakan pendek. Namun ingat, tidak semua perawakan pendek adalah stunting,

Disebutkan, perawakan pendek sendiri dapat disebabkan oleh kondisi patologis atau non patologis.

Ciri-ciri anak stunting
Stunting terjadi, ujarnya, karena anak mengalami malnutrisi kronis, sehingga ciri-ciri utamanya anak terlihat lebih pendek dibanding dengan anak seusianya dengan jenis kelamin yang sama.

“Selain itu, anak juga akan terlihat lebih kurus.
Sedangkan gejala klinis lain tidak spesifik. Tetapi, apabila dilakukan pemeriksaan laboratorium mungkin saja anak mengalami kekurangan (defisiensi) makronutrien, khususnya protein dan beberapa mikronutrien seperti vitamin A, vitamin D, atau mineral seperti zat besi, zink, dan lain-lain,” pungkas Arjuna. (h/Agus Salim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *