Wartawan Surat Kabar PRSTASI REFORMASI/Media Online prestasireformasi.com menunjuk bangunan Bak Control yang semak tak terawat sebagai bagian dari Proyek pipanisasi Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Utara.

Taput, PRESTASIREFORMASI.Com – Proyek pipanisasi penyediaan air minum milik Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Utara dengan penyerapan Anggaran Rp.1.9.Milliar, di Tarutung Tapanuli Utara, propinsi Sumatera Utara, dituding proyek mubazir karena selain dikerjakan asal jadi, juga sampai kini tak kunjung selesai sehingga tak berfungsi.

Berdasarkan hasil pantauan langsung Wartawan Surat Kabar PRESTASI REFORMASI dan Media Online (Daring) prestasireformasi.com, Pengerjaan pipa saluran air minum dimulai dari Simpang Sitakka sampai ke SD Negeri 173101 Tarutung. Posisinya persis di sisi jalan Lintas Tarutung-Sibolga, Kecamatan Tarutung Tapanuli Utara, kondisi poroyek terkesan dikerjakan asal jadi.

Lebih parahnya lagi, proyek berbadget Rp 1,9 miliar tersebut belum berfungsi sampai sekarang.

Sebagaimana pengamatan wartawan di lapangan, Senin (21/12/2020), pemasangan pipa tidak sesuai teknis sehingga penyambungannya tidak pada posisi sumber Air (bak control) dan pengambilan sumber air utama untuk pemenuhan pipa juga tidak jelas.

Jenis pipa yang digunakan untuk proyek penyediaan air minum merek HDPF – PF – 100 CD – 169 – MM PN 10 – SDR 17.

BERITA TAPANULI UTARA:

Sampai berita ini dituliskan bahwa pipa tersebut tidak berfungsi sebagaimana diharapkan untuk pemenuhan Air Minum kebutuhan Masyarakat kecamatan Tarutung.

Media juga meminta penuturan seseorang Aktivis Bernat Tua Simatupang, mengatakan pada Bulan Pebruari Tahun 2020 pernah menyikapi pekerjaan Proyek tersebut namun jawaban itu tidak didapatkannya.

Terhitung mulai dikerjakannya perpipaan di jalan Lintas Tarutung – Sibolga serta tenggang waktu Pemeliharaan, jangka 6 Bulan. Jadi, seharusnya pipa tersebut sudah dapat dipergunakan memenuhi pasokan Air Minum untuk Masyarakat Kecamatan Tarutung.

Seharusnya, bila proyek ini selesai Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprosu akan serah terima ke Pemerintah Tapanuli Utara yang menjadi masuk milik dan omset Pemerintah Tapanuli Utara untuk dirujuk ke PDAM Mual Natio Tarutung.

Proyek pekerjaan Perpipaan di jalan tersebut oleh Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Pemprovsu lebih kurang 2.400 Meter (2.4 km), sehinggamenyedot Anggaran yang cukup besar dengan penampungan anggaran Tahun 2019, dikerjakan Tahun 2020.

Pada Nomenklatur pekerjaan tersebut dinamai Pembuatan SPAM IKK PKWP di Kecamatan Tarutung dikutip di laman lpse.sumutprovsu.go.id dengan Pemenang Tender.

Media Prestasi yang mengamati pekerjaan tersebut di sepanjang Jalur Lintas Tarutung – Sibolga, pipanya menggunakan merek HDPF – PF – 100 CD – 169 – MM PN 10 – SDR 17.

Proyek ini dikerjakan CV. H yang beralamat kantor Medan Sumatera Utara, dengan biaya terkoreksi senilai Rp. 1.930.085.923.15 bersumber dari dana APBD Tahun 2019.

Salah seorang aktivis di Taput, Bernat Tua Simatupang menyoroti kinerja PPK-nya yang seharusnya mengawasi pekerjaan tersebut agar tidak menyimpang dan hasilnya sesuai standar mutu.

“PPK hendaknya melihat Sumber Air mana yang akan didistribusikan hingga ke bak Controlnya, sehingga penyaluran air minum dan air bersih tepat sasaran sampai ke Masyarakat sesuai tujuan dan maksud diadakannya pipanisasi,” tuturnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *