Taput, PRESTASIREFORMASI.Com – Sudah setahun lebih tanggul irigasi Aeksiborgung jebol dan hingga kini belum diperbaiki. Akikibatnya, lebih kurang 550 hektar areal persawahan padi terancam gagal panen.

Sebelumnya, irigiasi Aek Siborgung yang sangat vital itu mengairi areal persawahan seluas 550 hektar di Desa Parbubu I, II dan Desa Hutapea Banuarea Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara, provinsi Sumatera Utara.

“Jebolnya tanggul Aeksiborgung diyakini dapat menimbulkan gagal panen sehingga warga tidak peroleh gabah pada panen kali ini.,” ungkap marga Lumbantobing bersama beberapa orang warga setempat.

Dampak paling terasa adalah mata pencarian sangat terganggu, apalagi pandemi Covid-19 ini menambah beratnya beban kehidupan warga.

Mereka menyebut, jebolnya irigasi tersebut sudah lebih satu tahun akibat derasnya curah hujan waktu itu. Tanggul kiri dan kanan Aeksiborgung tersebut semakin terkikis lebar dan panjang hampir lebih kurang 200 meter.

Diperkirakan akan semakin bertambah parah apabila tidak segera ditanggulangi atau diperbaiki.

Irigasi Aeksiborgung yang bersumber dari desa Parbubu Dolok melintasi Parbubu I, II sampai ke desa Hutapea Banuarea yang terputus atau bobol ke Aek Sigeaon di wilayah desa Parbubu I.

Akibatnya, lahan persawahan di 3 desa ini menjadi kering dan tidak layak lagi jadi lahan pertanian, ungkap marga Lumbantobing, Sibarani, Hutapea dan beberapa orang lainnya yang ditemui wartawan surat kabar PRESTASI REFORMASI dan Online prestasireformasi.com di areal persawahan/pertanian tersebut.

Ketika akan dikonfirmasi kepada para Kepala Desa di kawasan itu, terkait program atau rencana penanggulangan atau solusi bobolnya Aeksiborgung tersebut, namun tidak ketemu, karena Kepala Desa terkait katanya super sibuk tak menentu.

Selanjutnya, menurut Camat Tarutung Renhard Lumbantobing, telah memberitahukan hal ini ke Pemda Taput dan diteruskan ke Propinsi, karena Aeksiborgung adalah kawasan Propinsi Sumatera Utara (PSDA).

Bahkan anggota DPRD Sumut Manimpan Lumbantobing dari partai Demokrat, beserta rombongan beberapa bulan yang lalu telah mensurvei tanggul Aeksiborgung yang jebol tersebut.

Tanggul Aeksiborgung yang terkikis

Untuk perbaikan atau pembangunan Aeksiborgung, membutuhkan biaya milliaran rupiah.

“Kita berharap tahun 2021 akan terealisasi, berkat perhatian Pemerintah Propinsi Sumatera Utara dan perjuangan anggota DPRD Sumut putra daerah kita ini, demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

“Mudah-mudahan bapak Manimpan Bersama saudara-saudara kita yang duduk di DPRD Sumut dapat memperjuangkannya” sebutd Camat Tarutung Renhard Lumbantobing.

Selanjutnya, Renhard Lumbantobing menyarankan kepada warga petani yang terdampak bobolnya Aeksiborgung tersebut supaya memanfaatkan lahannya untuk bertanam plawija misalnya jagung, cabe, kacang-kacangan dan tanaman lainnya.

“Jangan dulu bertanam padi sebelum Aeksiborgung ini diperbaiki, yang penting jangan sampai jadi lahan tidur,” tandasnya. (Jul)

BERITA TAPANULI UTARA:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *