Tanjab barat, PRESTASIREFORMASI.Com – Warga Desa Lampisi dan Cinta Damai melakukan unjuk rasa damai ke PT Inti Indosawit Subur (IIS) Tungkal Ulu yang berkedudukkan di wilayah Desa Merlung, Kecamatan Merlung kabupaten Tanjab Barat, provinsi Jambi, Kamis (12/11/2020).

Mereka menuntut perusahaan tersebut bertanggung jawab atas kesejahteraan mereka. Ada lima poin yang dituntut warga dari perusahaan tersebut:.

Kelima point tersebut:

  • 1.Perusahaan wajib memperbaiki akses jalan mulai gapura desa Lampisi sampai ke jalan aspal lintas tengah secara berkala.terhitung mulai 14 nopember sampai 31 januari 2021 .
  • 2.perusahaan harus membuat embung sebagai penadah hujan karna perusahaan berbatasan lansung terhadap desa akibat dari parit gajah sehingga desa mereka sering terdampak banjir.
  • 3. Parit gajah yang berada di dekat pemakaman umum wajib ditinjau ulang karena dikhawatirkan akan terkena longsor ke lokasi pemakaman.
  • 4 Perusahaan wajib memberi bantuan kepada warga yang terdampak banjir akibat tanggul perusahaan.
  • 5 Program CSR perusahaan wajib dibayarkan lansgung ke pihak desa yang disaksikan oleh karang taruna dan kadus.

Berdasarkan musyawarah antara perwakilan warga dengan pihak perusahaan, telah disepakati bersama kelima point’ itu, Bahkan tertuang sanksi bagi masing-masing pihak apabila mengingkari, dengan cara menempuh jalur hukum.

Pihak perusahaan, Menejer Plasma dan Menejer Grup saat ditemui di ruang kerjanya, manjelaskan pihaknya menyetujui dan menyanggupi sesuai kemampuan mereka.

” Kami pun berterimakasih kepada warga masyarakat yang datang secara sportip dan berdialog, sehingga kesepakatan bisa di capai,”ungkap kedua manajer itu.

Warga Desa Lampisi dan Cinta Damai bermusyawarah dengan pihak PT Inti Indosawit Subur (IIS) Tungkal Ulu, 5 tuntutan disepakati. ( Foto: Marjuni)

Begitu juga masyarakat dua desa, termasuk para kepala desa merasa puas dan lega, karena selain terpenuhinya tuntutan warga juga mereka tidak melakukan tindakan anarkis.

Dua Kades itu mengungkapkan, saat saat warga menuntut haknya ke pihak perusahaan, aparat kepolisian dan Babinsa sudah siap siaga di lokasi guna oengamanan saat warga menyampaikan sapirasi mereka.

Saat warga unjuk rasa menuntut hak, selain berlangsung berjalan lancar dan aman di samping itu tertib juga tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Desa Lampisi dan Cinta Damai ini, semula memang merupakan mitra perusahaan yang menjalankan program pemerintah PIR Trans pada tahun 1994. zaman orde baru di bawah kepemimpinan presiden Soeharto. (Marjuni)

BERITA JAMBI:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *