Asahan, PRESTASIREFORMASI.COM –  Akhirnya, sepasang ASN kabupaten Asahan yang berzinah dan ditemukan pingsan di dalam mobil dalam keadaan bugil, telah menjalani proses hukum hingga ke pengadilan. Keduanya dituntut masing-masing 8 bulan buat Z (pria) dan 6 bulan buat H (wanita).

“Untuk terdakwa Z (ASN pria) dituntut 8 bulan, sedangkan H (ASN wanita) 6 bulan,” kata Kasi Intel Kejari Asahan Zulham saat dimintai konfirmasi, Jumat (18/9/2020).

Sidang tuntutan digelar di PN Kisaran pada Rabu (16/9). Z dan H dijerat Pasal 284 ayat (1) ke-1a dan ke-1b KUHP. Pasal yang dibuktikan Pasal 284 Ayat (1) ke-1a dan ke-1b dari KUHPidana.

Kronologis perselingkuhan ASN yang viral dan heboh pertengahan tahun 2020 ini, bermula saat ditemukannya pasangan yang pingsan dengan kondisi tanpa busana alias bugil dalam mobil di pinggir jalan di Asahan, Sumatera Utara. Kasus ini berlanjut ke ranah hukum hingga keduanya dituntut hukuman penjara.

Kedua ASN itu adalah pria berinisial Z (37) dan wanita berinisial H (39). Mereka ditemukan pingsan dalam keadaan bugil dalam mobil di pinggir jalan pabrik benang di Sei Renggas, Asahan, Kamis (4/6) malam. Peristiwa ini kemudian viral di media sosial.

“Betul, berawal dari laporan warga yang mencurigai keberadaan mobil tersebut. Kemudian anggota piket turun ke TKP. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata mobil tidak dibuka,” kata Kapolres Asahan AKBP Nugroho Dwi Karyanto saat dimintai konfirmasi, Jumat (5/6/2020).

Z dan H kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Polisi menyebut ada buih yang keluar dari mulut keduanya saat ditemukan dalam kondisi pingsan di dalam mobil.

Polisi menyatakan tak ada obat-obatan atau narkotika di dalam mobil. Berdasarkan keterangan pihak RS H Abdul Manan Simatupang, kedua ASN itu diduga pingsan karena keracunan gas AC.

“Keterangan tim medis RSUD HAMS (H Abdul Manan Simatupang), keracunan gas AC,” ujar Nugroho.

(Kolase:hps)

Kedua ASN itu kemudian diinterogasi. Berdasarkan pengakuan mereka, kata polisi, keduanya pingsan karena kelelahan.

Pemkab Asahan juga turun tangan. Kadisdik Asahan Sofyan mengatakan kedua ASN tersebut langsung dicopot dari jabatannya.

“Itu kan ASN. Kami sudah melapor ke Inspektorat, kemudian karena beliau itu belum bisa dimintai keterangan, tapi tindakan yang kami lakukan sebagai atasannya, langsung kami sudah berhentikan dari jabatan,” ucap Sofyan, Selasa (9/6).

Sebelum dicopot, Z (37) merupakan Korwil Dinas Pendidikan di Kecamatan Rawang Panca Arga dan H (39) merupakan Bendahara Pembantu Dinas Pendidikan Kecamatan Meranti. Sofyan menegaskan pihak Inspektorat bakal memeriksa keduanya.

“Jadi kami lihat dulu. Yang pasti, yang pertama kami lakukan adalah pencopotan dari jabatan. Itu langsung, sudah saya tanda tangani, sudah saya tugaskan orang lain di situ. Kedua, itu kan harus di-BAP oleh Inspektorat setelah ada disposisi dari Bupati. Kami sudah lapor sama pimpinan. Bupati sudah instruksikan pencopotan dan saya laksanakan,” tuturnya.

Proses hukum di kepolisian juga terus berjalan. Z dan H ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan perzinaan.

“Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka masih diproses,” kata Kasat Reskrim Polres Asahan AKP Adrian Risky Lubis saat dimintai konfirmasi, Jumat (26/6).

Dia mengatakan keduanya dijerat sebagai tersangka kasus dugaan perzinaan dan kesusilaan. Adrian menyebut keduanya diproses secara hukum setelah istri Z membuat laporan.

“Melanggar kesusilaan dan perzinaan,” ucapnya.

Proses hukum kemudian bergulir hingga ke pengadilan. Sejumlah persidangan telah dilewati hingga keduanya dituntut masing-masing 8 bulan dan 6 bulan penjara. (h/dtc)

BERITA TERBARU:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *